Skip to content
Home » Disleksia: Huruf Menari-Nari Hingga Sulit Membaca

Disleksia: Huruf Menari-Nari Hingga Sulit Membaca

SiapDOK – Disleksia timbulkan pertanyaan “mengapa anak saya belum lancar membaca dan menulis seperti anak-anak seusianya?”

Lancar berbicara, berjalan, dan membaca tentu menjadi harapan semua orang tua bagi anak-anaknya. Tentu orang tua akan merasa resah apabila anak mereka ‘terlambat’ berkembang dalam fase tertentu, salah satunya adalah membaca.

Disleksia

Sumber: Trisula Magazine

Sobat sehat tidak perlu panik, dan cukup konsultasikan masalah anak kepada dokter untuk menemukan letak permasalahannya.

Bisa jadi sang buah hati mengidap disleksia yang membuatnya bermasalah dengan kegiatan membaca maupun menulis.

Disleksia adalah gangguan proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, dan mengeja.

Disleksia umumnya terjadi pada anak-anak dengan penglihatan maupun intelektualitas yang normal. 

Untuk melakukan diagnosis terhadap disleksia, dokter harus memastikan bahwa gangguan membaca tidak disebabkan kondisi lain. Dokter dapat memberi rujukan ke psikolog anak, dokter anak ahli tumbuh kembang anak, atau terapis wicara untuk memastikan.

Agar diagnosis semakin kuat, dokter perlu menanyakan beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat gangguan belajar?
  • Apakah terdapat masalah dalam keluarga atau lingkungan sekitar anak?
  • Bagaimana hasil tes fungsi saraf otak, penglihatan, dan pendengaran?
  • Bagaimana hasil tes psikologi yang dapat menjelaskan kondisi kejiwaan anak?
  • Bagaimana hasil tes akademis secara umum yang dimiliki anak?

Baca juga: Bunda Harus Tahu! Ini Tips Pemenuhan Nutrisi Pada Ibu Hamil yang Bekerja

Disleksia bisa disebabkan karena faktor genetik sebagai akibat tindakan ibu yang mengonsumsi obat-obatan terlarang, alkohol, maupun merokok selama masa kehamilan. Bayi yang lahir secara prematur maupun pernah mengalami cedera otak juga berpotensi mengalami disleksia.

Tanpa penanganan yang efektif, disleksia dapat menimbulkan berbagai risiko antara lain:

  • Masalah akademis terkait pemahaman materi di sekolah yang berakibat pada jenjang pendidikan 
  • Masalah sosial terkait rasa cemas berlebihan, rendah diri, bahkan hingga depresi
  • Masalah ekonomi di masa depan akibat jenjang pendidikan yang tidak memadai
  • Mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang menimbulkan hiperaktivitas dan perilaku impulsif 

Orang tua harus peka terhadap gejala yang terjadi dan segera mengkonsultasikan pada dokter agar anak bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Lalu, bagaimana cara mengetahui tanda-tanda anak memiliki kemungkinan disleksia?

Berikut adalah beberapa jenis kasus disleksia yang mungkin sobat sehat temui sebagai tanda:

  • Phonological dyslexia: Kesulitan mengeja sebuah kata menjadi susunan huruf serta menuliskan kata-kata yang didengar
  • Surface dyslexia: Tidak mampu mengenali kata sehingga sulit diingat dan dipelajari
  • Rapid naming deficit: Tidak mampu menyebutkan angka maupun huruf yang dilihat
  • Double deficit dyslexia: Tidak mampu memisahkan suara untuk menyebutkan huruf dan angka
  • Visual dyslexia: Kondisi yang ditandai kesulitan untuk memaknai kata yang dilihat

Pada dasarnya, disleksia jika tidak menunjukkan perbaikan saat anak selesai taman bermain, kondisi disleksia dapat menetap.

berlangsung seumur hidup dan tidak bisa disembuhkan. Namun, disleksia dapat dikelola untuk mengurangi dampaknya pada kehidupan sehari-hari penderita.

Dengan demikian, penderita disleksia dapat hidup normal di tengah-tengah masyarakat. Berikut adalah beberapa cara pengelolaan disleksia yang dapat dilakukan:

  • Memperbanyak waktu membaca bersama buah hati
  • Memotivasi anak untuk gemar membaca
  • Membuat suasana membaca menjadi nyaman tanpa paksaan
  • Tidak mencela ketika anak membuat kesalahan dalam membaca
  • Bekerja sama dengan pihak sekolah dalam mendidik anak berkebutuhan khusus

Baca juga: Yuk Ketahui Gejala Dini Penyakit Jantung Bawaan

Sobat sehat memiliki masalah kesehatan atau gangguan dan ingin berkonsultasi dengan dokter? SiapDOK jawabannya!

Sobat Sehat bisa mendapatkan pelayanan yang cepat, praktis, dan aman dari SiapDOK dengan ratusan dokter umum dan spesialis yang telah memiliki sertifikasi. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk #PercayakanDoktermu, download aplikasi SiapDOK yaitu SmartRSCM melalui Google Playstore atau App Store!

(Anneke Virna Murdoko)

Ditinjau oleh: dr. Henry Riyanto Sofyan, Sp.S