Skip to content
Home » Blog » Mikrotia: Mengapa Telinga Anak Saya Kecil?

Mikrotia: Mengapa Telinga Anak Saya Kecil?

Mikrotia

Sumber: popmama.com

SiapDOK – Mikrotia adalah cacat lahir pada telinga bayi yang berukuran lebih kecil dan tidak terbentuk dengan baik.

Mikrotia memang jarang terjadi dan kondisi ini biasanya mempengaruhi daun telinga. Bahkan, mikrotia juga dapat menyebabkan bayi menjadi terlahir tanpa daun telinga dan liang telinga.

Umumnya, mikrotia terjadi pada trimester pertama kehamilan yang dapat dengan mudah dideteksi dengan bantuan USG kehamilan. 

Baca juga: Disleksia: Huruf Menari-Nari Hingga Sulit Membaca

“Mikrotia disebabkan oleh kelainan yang dimiliki oleh bayi atau ibunya dengan gangguan pada perkembangan janin. Faktor infeksi virus dan obat-obatan maupun rokok juga dapat menimbulkan mikrotia.”, kata Dr. dr. Dini Widiarni Widodo, Sp.THT-KL(K), M.Epid, seorang Dokter Ahli THT Plastik Rekonstruksi  melalui Live Instagram @rscm.kencana pada 12 November 2021 silam.

Mikrotia juga dapat terjadi akibat mutasi genetik yang mempengaruhi perkembangan bentuk wajah seperti:

  1. Sindrom Goldenhar yang membuat bayi memiliki rahang, bibir, hidung, dan telinga yang kurang sempurna
  2. Sindrom Treacher Collins yang mengganggu pertumbuhan tulang pipi dan dagu hingga berbentuk miring
  3. Sindrom Hemifacial Microsomia yang menyebabkan wajah bayi berukuran lebih kecil dari kondisi umum sehingga anggota tubuh yang lain ikut berbentuk kecil

Dokter Dini juga menyampaikan bahwa meskipun bayi dengan mikrotia dapat dikatakan sebagai kelainan, namun kondisi kesehatan sang ibu juga turut andil di dalamnya. Beberapa kebiasaan ibu yang dapat memicu mikrotia antara lain yaitu:

  1. Suka memakan makanan manis hingga memiliki diabetes
  2. Mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan
  3. Merupakan seorang pecandu rokok
  4. Menggunakan obat-obatan seperti thalidomide atau isotretinoin

Maka dari itu, ibu hamil sangat disarankan untuk menjaga kehamilan dengan makan makanan bergizi dan tidak melakukan aktivitas atau kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kondisi janin.

Mikrotia terbagi menjadi empat tipe, dimana semakin besar tipenya maka semakin parah pula kondisinya:

  1. Tipe 1: liang dan daun telinga terlihat normal, tetapi ukurannya sedikit lebih kecil dari ukuran daun telinga normal.
  2. Tipe 2: beberapa bagian daun telinga hilang dan lubangnya terlihat sangat sempit.
  3. Tipe 3: daun telinga berbentuk menyerupai kacang dan tidak ada lubang telinga.
  4. Tipe 4: bayi tidak memiliki telinga bagian luar, termasuk daun telinga dan liang telinga. Kondisi ini disebut dengan anotia.

Apabila bayi terlahir dengan kondisi mikrotia, ia akan berpotensi besar menderita gangguan pendengaran. Tanpa penangan khusus dan dini dari dokter, anak akan menjadi terlambat atau sulit berbicara. Hal ini tentu akan berdampak pada pendidikan yang akan ditempuh anak di masa depan.

Namun, sobat sehat tidak perlu khawatir akan penanganan mulai dari konsultasi hingga tindakan yang dapat dilakukan. Sobat sehat dapat melakukan telekonsultasi bersama SiapDOK dengan dokter-dokter spesialis yang telah tersertifikasi dan mengambil langkah selanjutnya demi sang buah hati.

Yuk #PercayakanDoktemu bersama SiapDOK memberikan pelayanan terbaik bagi sobat sehat dan keluarga. Sobat sehat dapat mengunduh aplikasi SiapDOK yaitu SmartRSCM melalui Playstore maupun App Store secara gratis.

Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar dan sebarkan artikel ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak benih kebaikan yang tumbuh!

(Anneke Virna Murdoko)