Skip to content
Home » Anak Tidak Merangkak, Normalkah ?

Anak Tidak Merangkak, Normalkah ?

Merangkak

Ditinjau oleh: dr. Henry Riyanto Sofyan, Sp.S

Mengutip dari First Cry Parenting, Bayi adalah pusat kehidupan orang tua mereka. Maka ketika seorang bayi tidak merangkak setelah mencapai usia yang tepat, orang tua perlu mengetahui alasannya dan membantu mereka mencapai tonggak penting ini.

Pada artikel ini akan membahas alasan paling umum keterlambatan merangkak dan tips tentang cara membantu bayi melewati fase ini.

Perkembangan Motorik pada Bayi Merangkak

Menurut Dr. Amanda Soebadi, Sp.A(K), MMed, perkembangan motorik pada anak didahului dengan kontrol kepala dan leher. Yang lalu diikuti dengan kontrol pada batang tubuh (Contohnya tengkurap, duduk, kemudian berdiri dan berjalan).

Minggu-minggu pertama setelah mereka lahir adalah waktu peregangan untuk si kecil. Pada 3 hingga 5 bulan, mereka dapat berguling dan mulai menemukan anggota tubuh bagian bawah. Biasanya, pada usia sekitar delapan bulan, bayi akan belajar merangkak dan menjadi bisa bergerak kesana kemari.

Namun fase perkembangan motorik pada anak bisa tidak melewati fase merangkak pada kurang lebih 5% anak yang ada di dunia.

Alasan Bayi Tidak Merangkak beserta Penanganan 

Ketika bayi menunda untuk mencoba merangkak atau mengalami masalah perkembangan yang tertunda, ada beberapa opsi yang dapat membantu Sobat Siap untuk menanganinya berdasarkan pada sebabnya.

1. Kaki Melengkung

Kaki melengkung, kaki rata, dan kaki bengkok sangat umum terjadi pada bayi dan mungkin menjadi alasan keterlambatan merangkak. Cara penangannya adalah :

  • Kaki yang melengkung dapat diperbaiki dengan meregangkan anggota badan dan latihan.
  • Kaki datar biasanya menghilang saat lengkungan terbentuk pada usia 3 tahun.
  • Kaki melengkung tepat setelah lahir benar-benar normal dan menghilang dengan penguatan dan gerakan bayi.
  • Motivasi bayi dengan membuatnya berdiri, mendorong refleks untuk mengambil mainan, dan membiarkannya menemukan dunia pergerakan di lingkungan yang aman.

2. Kurangnya Dorongan

Tidak cukup motivasi untuk mendorong merangkak atau menghabiskan waktu di perut mereka dapat menyebabkan keterlambatan merangkak. Cara penanganannya adalah :

  • Koordinasi motorik dan refleks penting untuk pertumbuhan bayi yang sehat. Jangan mengangkatnya setiap kali mereka menangis atau terlihat seperti tidak dapat berguling atau merangkak. Mereka menyukai perhatian yang mereka dapatkan, dan kesabaran adalah kata kuncinya di sini. Naik ke lantai dan coba merangkak di depan mereka. Letakkan beberapa bantal dan tikar di lantai dengan mainan mereka di luar jangkauan untuk mendorong mereka bergerak.

3. Waktu Perut (Tummy Time) Tidak Cukup

Bayi membutuhkan banyak waktu perut (tummy time) untuk mengembangkan otot leher dan memulai refleks merangkak mereka. Cara penangannya adalah:

  • Biarkan bayi tidur telentang, tetapi selama waktu bermain, letakkan dia telungkup dengan mainan favoritnya di luar jangkauan untuk mendorongnya bergerak ke arah itu. Ketakutan akan Sindrom Kematian Bayi Mendadak mungkin membuat Sobat Siap berpikir lebih baik membuat bayi tidur telentang. Ini adalah salah satu alasan mengapa banyak bayi langsung beralih dari belakang ke berjalan, sama sekali melewatkan tahap merangkak. Merangkak membantu anak menggerakkan tubuhnya secara seimbang yang memberdayakan pertumbuhan dan gerakan seimbang sepanjang hidupnya. Jadi meskipun melewatkan tahap merangkak mungkin sepenuhnya normal, itulah yang dipelajari dan dicapai bayi dengan merangkak yang perlu menjadi fokus.

4. Bayi Benci Waktu Perut

Jika bayi menangis saat diletakkan di perutnya, Sobat Siap mungkin akan ragu untuk melakukannya. Cara penanganannya adalah:

  • Ini adalah respons yang sepenuhnya normal.
  • Ingatlah bahwa Sobat Siap tidak boleh menyerah dan mengangkat atau menenangkannya setiap kali dia menangis.
  • Berikan dorongan dan motivasi untuk merangkak, dan bantu dia menemukan perkembangan motorik dan fisik.
  • Sobat Siap juga dapat meniru gerakan merangkak untuk bayi.
  • Mulailah menempatkan bayi telungkup selama 5 sampai 15 detik empat atau lima kali sehari di antara mantra menangis.

5. Bayi Kegemukan

Masalah berat badan pada masa bayi berarti bayi harus lebih banyak bergerak dan membutuhkan lebih banyak usaha. Cara penanganannya adalah:

  • Berat badan optimal dapat segera dicapai dengan bergerak. Karena itu, dorong dan motivasi bayi untuk merangkak.

6. Bayi Belum Siap Merangkak

Bayi mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dirinya merangkak. Cara penanganannya adalah:

  • Dorong bayi untuk merangkak melalui olahraga dan menyediakan area yang aman untuk dijelajahi bayi.

7. Pakaian yang Membatasi

Jika pakaian bayi tidak kondusif untuk merangkak dan sangat ketat, hal itu dapat mencegahnya merangkak. Cara penanganannya adalah:

  • Dorong merangkak melalui contoh dan olahraga, dan sediakan area yang aman untuk dijelajahi bayi.
  • Gunakan baju monyet one-piece untuk memungkinkan gerakan bebas di perut tanpa merasakan lantai yang dingin.
  • Bertelanjang kaki selalu baik, namun, ketika bayi siap untuk pergi keluar, pilihlah sepatu yang tidak licin, fleksibel dan lembut. Gunakan sepatu bot untuk menjaga bayi tetap hangat.
  • Penggunaan popok sekali pakai memperkenalkan jumlah besar di antara kaki. Beralihlah ke popok kain jika diperlukan, dan biarkan bayi telanjang selama beberapa waktu setiap hari.

8. Keterlambatan dalam Tonggak Pencapaian Lainnya

Gerakan dan kemajuan bayi dibatasi karena keterlambatan perkembangan lain seperti penguatan otot leher. Cara penanganannya adalah:

  • Perhatikan tonggak sejarah dan yakinkan diri jika ada yang dilewati tanpa alasan apa pun.
  • Jika bayi melewatkan lebih dari satu tonggak, memiliki masalah kemajuan dan kognitif, kaku dan memiliki masalah dengan menelan, gerakannya kaku, lemah dan tidak fleksibel, saran dan bimbingan seorang dokter ahli adalah suatu keharusan.

Kapan Harus ke Dokter ?

Sering kali, ada alasan normal yang dapat diperbaiki. Tapi, kunjungan segera ke dokter anak dianjurkan jika:

  • Bayi tidak berusaha menggeliat atau menggerakkan lengan dan kaki saat disentuh.
  • Bayi tidak berusaha merangkak atau bergerak ke arah objek dan lebih menyukai satu sisi di atas yang lain bahkan setelah satu tahun.
  • Jika bayi memiliki tingkat energi yang rendah dan tidak dapat menopang berat badannya.
  • Jika pada usia enam bulan, bayi tidak menggeliatkan kakinya, hanya terpeleset saat digendong, dan tidak menggerakkan kaki untuk menopang tubuhnya saat digendong.
  • Bayi itu menggerakkan lengannya, tetapi kakinya kaku dan kaku.

Apabila Sobat Pintar merasa bahwa bayi memiliki salah satu dari tanda diatas, maka segera kami anjurkan untuk berkonsultasi kepada seorang dokter anak yang profesional, Untungnya aplikasi Smart Rscm dari SiapDok sudah terdapat di Appstore dan juga Playstore, tinggal unduh saja aplikasi Smart RSCM untuk segera berkonsultasi kepada dokter yang ahli pada bidangnya dengan mudah, aman, dan nyaman.