Skip to content
Home » Glaukoma

Glaukoma pada Mata, Pengertian hingga Pengobatan!

  • by

Penyakit Glaukoma adalah penyakit nomor dua penyebab kebutaan setelah Penyakit Katarak menurut World Health Organization (WHO), sudahkah kamu ketahui?

Sebenarnya, apa itu Penyakit Glaukoma? Semengerikan apa penyakit ini? Apakah bisa disembuhkan? Yuk, Sobat Pintar, kita bahas lebih dalam!

Mengenal Penyakit Glaukoma

Glaukoma

Sumber: Bryan County News

Menurut Siswoyo dkk (2018), Penyakit Glaukoma adalah “kelainan pada mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan pada bola mata, atrofi papil saraf optik dan menciutnya lapang pandang.” 

Secara singkat, penyakit ini adalah penyakit mata akibat kerusakan saraf mata akibat tingginya tekanan di dalam bola mata.

Penyakt mata ini bisa mengenai siapa saja, tetapi para lansia memiliki tingkat risiko lebih tinggi. Tidak seperti Penyakit Katarak, ia memiliki sifat irreversible atau permanen.

Ciri-Ciri Penyakit Glaukoma

Ciri-ciri Glaukoma

Sumber: freepik.com

Penyakit Glaukoma bisa dideteksi jika kamu merasakan gejala seperti:

  • Mata merah
  • Sakit kepala
  • Area sekitar mata lunak jika disentuh
  • Melihat lingkaran mengelilingi  cahaya
  • Penglihatan kabur dan buram
  • Nyeri dan sakit mata yang intens
  • Mata berkabut (khususnya bayi)
  • Mual dan muntah

Mengapa Penyakit Glaukoma Bisa Terjadi?

Penyebab Glaukoma

Sumber: freepik.com

Penyakit Glaukoma disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Usia di atas 40 tahun
  • Riwayat penyakit diabetes melitus dan hipertensi
  • Golongan ras kulit hitam
  • Riwayat keluarga dengan glaukoma
  • Riwayat trauma pada mata
  • Penggunaan kortikosteroid jangka panjang
  • Kelainan pada mata

Jenis Penyakit Glaukoma

Jenis-jenis Penyakit Mata

Sumber: pixabay.com

Pada umumnya Jenis penyakit mata ditemui ada dua:

  • Sudut Terbuka, terjadi karena saluran aqueur humor tertutup sebagian
  • Sudut Tertutup, terjadi karena saluran aqueur humor tertutup sepenuhnya

Gejala-Gejala yang Timbul

Penyakit Glaukoma dapat kita rasakan dari nyeri di mata, mata yang memerah, penglihatan kabur, serta rasa mual dan muntah.

Penderita penyakit dan kelaian mata Terbuka biasanya akan merasakan penglihatan yang kabur. Sedangkan, penderita yang Tertutup biasa merasakan sakit kepala yang parah, nyeri mata, dan mata memerah.

Penyakit ini mencuri penglihatan secara diam-diam dan secara tiba-tiba hanya menyisakan penglihatan pusat saja.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Bersifat permanen, bukan berarti Penyakit Glaukoma tidak bisa diantisipasi. Ada beberapa cara untuk mengurangi kesempatan terkena penyakit ini.

Dengan mengonsumsi makanan mengandung vitamin A dan C, sumber antioksidan, rutin berolahraga, tidur dengan posisi bantal lebih tinggi, dan mengurangi minuman berkafein, peluang terkena Penyakit mata satu ini bisa diminimalisir.

Apakah Dapat Disembuhkan?

Walaupun bersifat permanen, Penyakit Glaukoma bisa disembuhkan dengan terapi yang bertujuan untuk mencegah kehilangan penglihatan, cacat, atau kebutaan.

Sebagai penyakit yang berefek permanen, penderita akan memerlukan perawatan seumur hidup. Perawatan tersebut memerlukan dukungan ketaatan dari para penderitanya.

Jika penderita atau pasien kurang taat, hal tersebut dapat memperparah kondisi penyakit dan meningkatkan biaya pengobatan.

Penyakit mata ini bisa diantisipasi dengan melakukan deteksi dini. 

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi Dokter

Sumber: joss.co.id

Tingginya angka penderita Penyakit Glaukoma berbanding lurus dengan minimnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini.

Hampir setengah dari penderita penyakit mata ini tidak mengetahui dirinya adalah seorang penderita sehingga terjadi keterlambatan dalam penanganan yang mengakibatkan kebutaan permanen.

Sekarang, Sobat Pintar tidak perlu khawatir lagi jika merasakan gejala-gejala aneh yang dirasakan. Karena, Sobat Pintar bisa, loh, melakukan konsultasi secara online dari mana pun dan kapan pun.

Hanya dengan download aplikasi gratis SmartRSCM dari SiapDOK di App Store dan Play Store, kini kamu bisa berkonsultasi dengan dokter pilihan dari RSCM Jakarta. Jadi, jangan ragu-ragu, lagi! Yuk, #PercayakanDoktermu!

(Callysta Nathania Regina Nariswari)

Ditinjau oleh: dr. Henry Riyanto Sofyan, Sp.S