Skip to content
Home » Luka Bakar: Gejala, Penyebab, hingga Pengobatan

Luka Bakar: Gejala, Penyebab, hingga Pengobatan

  • by

Sobat Pintar, pernahkah kamu terkena cairan yang panas kemudian kulitmu menjadi memerah? Apabila itu terjadi, tandanya kamu mengalami luka bakar.

Luka bakar merupakan suatu kondisi rusaknya jaringan kulit yang diakibatkan oleh paparan langsung dengan benda yang bersifat panas seperti air panas, minyak panas, api, sambaran listrik, zat kimia yang korosif, maupun gelombang radiasi.

Selain dari benda yang bersifat panas, dapat terjadi juga akibat trauma dari benda yang bersifat sangat dingin (frost bite), seperti terpapar cairan nitrogen dalam waktu yang lama.

Luka Bakar

Sumber: depositphotos.com

Kasus luka saut ini terjadi cukup banyak dan memiliki resiko yang tinggi. Menurut laporan WHO, menyebabkan 180.000 korban jiwa pada negara berkembang dengan ekonomi menengah ke bawah.

Luka ini sendiri tidak bersifat mengancam jiwa. Namun di beberapa kondisi yang buruk, akan tetapi dapat menyebabkan penderitanya mengalami syok, gangguan anggota tubuh secara permanen, atau bahkan kematian.

Gejala Luka Bakar

Gejala luka bakar bersifat relatif terhadap intensitas dengan benda atau zat yang memicunya. Secara umum, ada beberapa gejalanya, antara lain:

1. Kulit memerah atau ruam pada kulit

Gejala luka bakar yang pertama adalah kulit menjadi kemerahan ataupun ruam. Biasanya, kulit yang kemerahan disebabkan oleh kenaikan suhu  yang terjadi pada kulit.

2. Kulit terkelupas

Kulit yang terkelupas terjadi karena rusaknya lapisan terluar daerah kulit (epidermis) akibat paparan zat panas.

3. Peradangan di sekitar area yang terluka

Peradangan terjadi akibat reaksi alami tubuh ketika mengalami luka, tujuannya untuk mencegah bakteri dan patogen lainnya menginfeksi luka.

4. Rasa sakit dan perih di sekitar area yang terluka

Sel saraf khusus (nosiseptor) yang rusak saat terjadinya luka, menyebabkan kamu mengalami rasa sakit ketika mengalami kondisi ini.

5. Kulit bergelembung berisi cairan

Umumnya kulit bergelembung ini muncul ketika kamu sudah mencapai masa penyembuhan. Gelembung ini berfungsi sebagai pertahanan tubuh alami agar luka tidak mengalami infeksi.

6. Kulit menjadi berwarna coklat hingga kehitaman

Segala hal yang terkena panas berlebih biasanya akan berubah warna menjadi coklat sampai kehitaman, salah satunya adalah kulit kamu jika terbakar.

Penyebab Luka Bakar

Penyebab Luka Bakar

Keadaan setiap pasian atau korban sangat bervariasi dan beragam karena disebabkan oleh beberapa hal berikut:

1. Kontak dengan benda yang bersuhu tinggi atau benda panas

Yang satu ini disebabkan karena kulit Anda menyentuh suatu benda yang bersuhu tinggi, seperti api yang berkobar, minyak panas, wajan panas, ataupun benda dan zat yang bersifat panas lainnya. kondisi seperti ini disebut dengan luka bakar termal.

2. Kontak dengan benda yang bersuhu sangat dingin (frostbite)

Benda yang terlampau dingin akan membuat jaringan pada tubuh menjadi rusak sehingga akan menimbulkan luka yang sama seperti kontak dengan benda yang panas.

3. Tersambar sengatan listrik

Listrik memiliki energi panas. Apabila Anda tersengat listrik maka energi panas akan dihantarkan ke diri Anda yang mengakibatkan luka. kondisi ini disebut dengan luka bakar elektrik.

4. Kontak dengan zat kimia yang bersifat korosif

ini terjadi akibat Anda mengalami kontak dengan zat yang sifatnya asam maupun basa kuat. Intensitas luka relatif terhadap konsentrasi dan waktu kontak dengan zat kimia tersebut. kondisi ini disebut dengan luka bakar kimia.

5. Terpapar gelombang radiasi

Gelombang radiasi juga memiliki energi. Energi tersebut akan merusak kulit hingga menyebabkan luka yang disebut dengan luka bakar radiasi.

Misalnya anda berjemur terlalu lama di bawah sinar matahari, maka gelombang sinar ultraviolet (UV) dapat membuat kulit anda terbakar.

6. Trauma Panas

yang satu ini disebabkan oleh kontak dengan benda yang bersuhu tinggi, seperti api yang berkobar, minyak panas, wajan panas, ataupun benda dan zat yang bersifat panas lainnya, disebut dengan luka bakar termal.

7. Trauma Dingin (frostbite)

Benda yang terlampau dingin akan membuat jaringan pada tubuh menjadi rusak sehingga akan menimbulkan luka yang sama seperti kontak dengan benda yang panas.

8. Luka Bakar Listrik

Luka ini disebabkan oleh hantaran listrik kontak dengan kulit yang menyebabkan luka pada jaringan kulit. Energi listrik ini dapat dihantarkan melewati organ-organ tubuh sehingga dapat merusak organ dalam tubuh dan menyebabkan gangguan listrik pada jantung.

9. Luka Bakar Kimia

Luka bakar kimia adalah luka bakar yang disebabkan oleh cairan kimia asam yang kuat ataupun kimia basa, jika terdapat kontak dengan cairan kimia tersebut.

Derajat Luka Bakar

Secara umum, derajat luka bakar terbagi kepada tiga bagian sesuai dengan sedalam dan seluas mana luka tersebut terjadi. Berikut adalah pembagiannya:

1. Luka bakar ringan

Luka bakar hanya terjadi pada lapisan epidermis kulit. Secara klinis, akan muncul tanda kemerahan, sakit atau perih di sekitar bagian yang luka. Luka ini biasanya akan sembuh dalam 3-7 hari.

2. Luka bakar sedang

Pada derajat ini, luka terjadi pada bagian epidermis hingga menembus separuh bahkan seluruh bagian dermis kulit. Secara klinis, akan muncul kemerahan pada kulit, nyeri, dan gelembung yang berisi cairan. Luka ini biasanya akan sembuh dalam 7-20 hari.

3. Luka bakar berat

Kondisi yang terjadi sangatlah dalam hingga merusak seluruh jaringan kulit, membakar otot, ataupun yang terparahnya dapat membakar tulang.

Secara klinis, kondisi area yang terbakar menjadi hitam, kering, serta tidak merasakan sakit karena saraf yang ikut terbakar. Luka ini akan sembuh dan membekas dalam waktu yang lama serta membutuhkan penanganan yang intensif.

 Pengobatan Luka Bakar

Pengobatan Luka Bakar

Pengobatan terhadap luka bakar dapat terbagi menjadi pertolongan pertama, pengobatan di rumah, dan pengobatan di rumah sakit. Berikut adalah penjelasannya:

1. Pertolongan pertama

Hal yang pertama dilakukan pada pasien adalah menghentikan proses pembakaran. Pasien dapat melakukan stop-drop-roll and cover.

Stop dilakukan dengan berhenti bergerak, drop dilakukan dengan menjatuhkan diri ke bawah dan menutup mulut maupun mata, dan roll and cover dilakukan untuk mematikan api bila masih menyala.

Selanjutnya, area yang terkena perlu segera dilakukan irigasi menggunakan air mengalir selama 20 menit.

Setelah pemberian air mengalir selama 20 menit, segera berobat ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

2. Pengobatan di rumah

Pengobatan di rumah biasanya dapat dilakukan apabila korban mengalami derajat luka bakar ringan. Adapun yang bisa dilakukan adalah:

  • Mengaliri dengan air bersih.
  • Minum paracetamol sebagai pereda nyeri.
  • Menggunakan salep yang mengandung antibiotik untuk mencegah infeksi seperti salep bacitracin.
  • Menggunakan bahan herbal seperti lidah buaya, madu, daun binahong, dan sebagainya bila diperlukan.
  • Menutup menggunakan kain kasa.

3. Pengobatan di rumah sakit

Pengobatan di rumah sakit biasanya dilakukan apabila sudah mencapai derajat sedang sampai berat, korban memiliki kondisi penyakit tertentu, atau bila luas permukaan tubuh yang terkena.

Adapun pengobatan yang dilakukan adalah:

  • Memberikan alat bantu pernapasan bagi korban yang kesulitan bernapas.
  • Memberikan antibiotik apabila korban mengalami infeksi.
  • Memasang selang makanan apabila korban tak dapat makan dan minum.
  • Psikoterapi untuk membantu menghilangkan trauma psikis.
  • Fisioterapi untuk menghindari cacat fisik.
  • Operasi cangkok kulit.

Kapan harus ke dokter?

Konsultasi Dokter

Sumber: joss.co.id

Menurut dr. Sungadi Santoso, apabila sudah tersebar luas maka segeralah periksa ke dokter dan apabila masuk kategori derajat berat maka Sobat Pintar wajib segera mengunjungi rumah sakit demi mendapatkan penanganan yang tepat.

Sobat Pintar juga dapat melakukan pemeriksaan awal dengan dokter spesialis melalui telekonsultasi pada aplikasi Smart RSCM by SiapDok untuk penanganan awal.

(Muhammad Rifqi Athallah)

Ditinjau oleh: Dr. dr. R. Aditya Wardhana, SpBP-RE(K), dr. Nadya Farhana

Referensi:

Jurnal Profesi vol.08. Diakses pada 2022. Penatalaksanaan Luka Bakar.

Who.int. Diakses pada 2022. Burns

Australia and New Zealand Burn Association. Emergency Management of Severe Burns (EMSB) Australia ANZBA 2013.

US Fire Administration. Stop, Drop and Roll. 2021.