Skip to content

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Home » Penyakit Jantung Bawaan: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penyakit Jantung Bawaan: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

  • by

Penyakit jantung bawaan atau congenital heart disease merupakan kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang terjadi sejak lahir. 

Jenis dan tingkat keparahan dari kondisi kesehatan ini pun sangat beragam. Terdapat beberapa kasus ringan yang hanya membutuhkan pemeriksaan rutin, terdapat pula kasus tergolong parah yang memerlukan transplantasi jantung.

Di Indonesia sendiri kasus terjadinya penyakit jantung bawaan masih sangat jarang. Epidemiologi memperkirakan bahwa prevalensi di Indonesia adalah 8 bayi per 1000 kelahiran hidup. 

Meskipun kasus penyakit jantung bawaan masih cukup terbatas di Indonesia, bukan berarti Sobat Pintar tidak perlu tahu mengenai kondisi kesehatan ini. Yuk, simak selengkapnya untuk memahami lebih lanjut! 

Jenis-jenis Penyakit Jantung Bawaan 

Penyakit Jantung Bawaan

Sumber: pixabay.com

Jenis penyakit jantung bawaan dibagi berdasarkan bagian organ jantung yang mengalami gangguan. 

1. Kelainan pada katup jantung 

Penyakit ini terjadi ketika katup jantung melemah sejak bayi lahir, beberapa jenis penyakit dengan kelainan katup jantung adalah: 

  • Triscuspid atresia: Katup antara serambi kanan dan bilik kanan tidak terbentuk sempurna 
  • Pulmonary atresia: Katup antara bilik kanan dan paru-paru terjadi gangguan sehingga darah tidak dapat mengalir ke paru-paru 
  • Stenosis katup aorta: Katup antara bilik kiri dan aorta tidak terbentuk sempurna sehingga menyempit dan menyulitkan jantung memompa darah

2. Kelainan pada dinding jantung 

Kelainan pada dinding jantung menyebabkan gangguan pada fungsi jantung dimana darah berkumpul di bagian yang tidak seharusnya. Beberapa jenis penyakit pada kelainan dinding jantung adalah: 

  • Defek septum ventrikel: Terdapat celah di antara bilik atau atrium jantung
  • Tetralogy of Fallot: Terjadinya kombinasi penyakit jantung bawaan. Contohnya seperti defek septum dan pulmonary atresia yang terjadi secara bersamaan pada satu pasien 

3. Kelainan pada pembuluh darah 

Penyakit jantung bawaan ini terjadi pada arteri dan vena dari dan ke jantung. Kelainan tersebut tentunya menghambat aliran darah dari dan yang menuju ke jantung. Terdapat beberapa jenis penyakit pada kelainan ini yaitu: 

  • Patent ductus arteriosus: Terdapat celah di pembuluh darah aorta yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh 
  • Transposisi arteri besar: Terjadi ketika posisi arteri pulmonalis dan aorta terbalik
  • Truncus arteriosus: Disebabkan ketika aorta dan  arteri paru-paru tidak terpisahkan secara sempurna 
  • Koarktasio aorta: Terjadi ketika aorta menyempit 

Selain terbagi berdasarkan letak kelainan, jenisnya juga dapat dibagi menjadi dua kategori berikut, yaitu: 

  1. Sianotik: Terjadi ketika penyakit jantung bawaan menyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam darah. Situasi ini ditandai dengan munculnya semburat biru pada kulit dan kesulitan bernapas. 
  2. Asianotik: Kondisi penyakit jantung bawaan yang tidak menimbulkan kondisi-kondisi sianotik. 

Gejala Penyakit Jantung Bawaan 

Sobat Pintar, tahukan kamu bahwa penyakit jantung bawaan dapat terdeteksi sejak bayi dalam kandungan? Ya! Dengan melakukan pemeriksaan USG secara rutin, ritme detak jantung bayi yang tidak beraturan dapat terdeteksi. Gejala ini juga disebut sebagai aritmia. 

Gejala penyakit jantung bawaan pada bayi dapat dikenali apabila hal-hal dibawah ini terjadi: 

  1. Kesulitan bernapas ketika sedang disusui 
  2. Berat badan rendah 
  3. Pertumbuhan terhambat 
  4. Bibir, kulit, atau jari-jari berwarna biru atau kehitaman 
  5. Terjadi pembengkakan pada area perut atau sekitar mata 
  6. Infeksi paru-paru yang berulang 
  7. Sering mengalami keringat dingin 

Terkadang, gejalanya juga baru muncul pada masa kanak-kanak atau bahkan ketika beranjak remaja. Berikut gejalanya: 

  1. Detak jantung tidak beraturan 
  2. Mudah pusing, lelah, dan pingsan ketika berolahraga 
  3. Sulit bernapas  
  4. Mengalami pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tangan 
  5. Kulit berwarna kebiruan 

Apa Penyebab Penyakit Jantung Bawaan? 

Sayangnya, penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan masih belum diketahui dengan pasti. Meskipun begitu, kebanyakan ahli menduga penyakit tersebut disebabkan karena gabungan beberapa faktor seperti: 

  1. Terinfeksi virus rubella pada saat kehamilan 
  2. Bayi terlahir dengan kondisi down syndrome 
  3. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol pada saat hamil 
  4. Faktor genetik atau keturunan yang dapat dilihat melalui saudara kandung atau orang tua bayi. 

Pengobatan Penyakit Jantung Bawaan

Melihat terdapat berbagai macam jenis penyakit jantung bawaan, metode yang diberikan tentu akan disesuaikan berdasarkan jenis tersebut dan tingkat keparahan.

Beberapa metode yang dapat dilakukan oleh dokter adalah: 

1. Obat-obatan 

Pemberian obat-obatan ini bertujuan untuk meringankan beban kerja jantung sehingga membuat organ tersebut dapat bekerja lebih efisien. Terdapat berbagai macam obat yang dapat diberikan , yaitu: 

  • ACE inhibitor: Bertujuan membuat pembuluh darah lebih rileks sehingga jantung lebih mudah memompa darah 
  • Penghambat beta: Guna memperlambat detak jantung dan melebarkan pembuluh darah 
  • Diuretik: Menurunkan volume darah dalam tubuh 
  • Indomethacin: Membantu menutup bukaan pembuluh darah 
  • Prostaglandin: Berkerja untuk menutup saluran antara aorta dan arteri pulmonalis

2. Implan alat pacu jantung dan kejut jantung (ICD) 

Pemasangan ICD bertujuan untuk membantu jantung agar berdetak lebih teratur. Dengan menggunakan alat tersebut, diharapkan dapat mencegah terjadinya komplikasi akibat kelainan jantung bawaan. 

3. Kateterisasi jantung 

Prosedur ini dilakukan dengan tujuan memperbaiki kelainan jantung tanpa melakukan operasi. Kateterisasi dilakukan dengan memasukkan selang tipis dan lentur (kateter) melalui pembuluh dari menggunakan pemindaian gambar Rontgen dan CT scan. 

Setelah kateter berada di jantung, alat kecil akan dimasukkan melalui kateter untuk mengatasi kelainan jantung. Pada umumnya, jenis penyakit jantung yang ditangani dengan prosedur ini adalah stenosis katup aorta dan defek septum. 

4. Operasi jantung 

Jika kateterisasi sudah dilakukan namun tidak bekerja secara efektif, operasi dapat dilakukan sebagai tindakan selanjutnya. Biasanya prosedur operasi diambil untuk melebarkan pembuluh darah, menambal lubang, dan mengganti katup jantung.  

Salah satu contoh prosedur yang sering dilakukan adalah Coronary Artery Bypass (CABG) untuk jenis Tetralogy of Fallot. 

5. Transplantasi jantung  

Ketika obat-obatan, kateterisasi dan operasi sudah dilakukan namun tetap tidak bisa memperbaiki jantung, maka transplantasi jantung menjadi pilihan pengobatan terakhir. 

Prosedur ini merupakan pengangkatan jantung yang sudah tidak bekerja dan digantikan dengan jantung yang sehat dari pendonor. 

Ketika transplantasi dilakukan, tentu pasien harus melakukan pemeriksaan rutin untuk menghindari penyakit yang sama terjadi kembali. 

Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan

Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit jantung bawaan, berikut adalah cara-cara untuk mencegah kondisi kesehatan tersebut: 

  1. Menjalani vaksinasi rubella dan flu 
  2. Melakukan skrining genetik terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit ini
  3. Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok 
  4. Menjaga pola makan sehat dan gizi seimbang 
  5. Rutin mengonsumsi suplemen asam folat 
  6. Menghindari paparan zat kimia seperti yang terdapat pada pengencer cat dan deterjen 

Kapan Harus ke Dokter? 

Melihat penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, Sobat Pintar dapat melakukan pemeriksaan tersebut dengan mudah melalui aplikasi SmartRSCM dari SiapDok

Dengan aplikasi ini, kamu dapat mengakses layanan RSCM dengan cepat, praktis, dan aman. Tidak hanya itu, kamu tentunya tetap dapat berkonsultasi dengan dokter handal RSCm yang sudah memiliki sertifikasi. 

Tunggu apa lagi? Yuk unduh aplikasi SmartRSCM melalui Google Playstore atau Appstore

(Shafira Alisya Fahrizal) 

Sumber:

Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Diakses pada Agustus 2022. 

Pusat Jantung Nasional. Diakses pada Agustus 2022. PJB.