Skip to content
Home » Radiologi dan Kedokteran Nuklir? Berikut Penjelasannya!

Radiologi dan Kedokteran Nuklir? Berikut Penjelasannya!

  • by

Apa itu Radiologi dan Kedokteran Nuklir? Sobat Pintar pasti pernah mendengar alat pemindai radiologi dan kedokteran nuklir yang biasa digunakan di fasilitas-fasilitas kesehatan maupun rumah sakit untuk melihat penyakit yang ada di dalam tubuh seorang pasien.

Dalam bidang kesehatan, Radiologi adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang berkaitan dengan penggunaan teknologi pencitraan atau imaging untuk menentukan diagnosis maupun melakukan terapi terhadap suatu penyakit tertentu.

Namun, perannya dalam bidang kesehatan itu apa sih? Berikut penjelasannya!

Peran Radiologi dan Kedokteran Nuklir dalam bidang Kesehatan

Radiologi dan Kedokteran Nuklir

Sumber: tirto.id 

Peran Radiologi dan Kedokteran Nuklir dalam bidang kesehatan adalah dengan menggunakan pencitraan atau imaging kedokteran untuk mendeteksi adanya penyakit atau kelainan di dalam tubuh seseorang sejak dari awal, sehingga bila ditemukan kelainan pada tahap awal suatu penyakit makan penyakit tersebut dapat di tata laksana sedini mungkin.

Selain itu, berperan dalam proses terapi beberapa penyakit yang dapat ditangani dengan menggunakan teknologi pencitraan atau imaging kedokteran tersebut. 

Ruang Lingkup Radiologi dan Kedokteran Nuklir

Setelah mengetahui perannya dalam bidang  kesehatan, Sobat Pintar juga perlu tahu tentang lingkup kerja Radiologi dan Kedokteran Nuklir.

Radiologi dan Kedokteran Nuklir secara umum dapat mendeteksi berbagai kelainan di seluruh sistem organ manusia, sesuai dengan divisi subspesialistik yang ada di RSCM, yaitu:

  1. Neuroradiologi (sistem saraf pusat) dan kepala – leher
  2. Radiologi toraks (seperti organ paru-paru)
  3. Radiologi payudara
  4. Radiologi abdomen (organ saluran pencernaan, saluran kemih, dan organ reproduksi)
  5. Radiologi muskuloskeletal (organ tulang dan jaringan lunak)
  6. Radiologi pediatrik (kekhususan pada kelainan-kelainan yang diderita pasien anak-anak)
  7. Radiologi intervensi (bidang radiologi yang melakukan tindakan invasif minimal untuk mendiagnosis maupun melakukan terapi pada organ tubuh tertentu, seperti pembuluh darah maupun organ perncernaan)
  8. Radiologi / Kedokteran nuklir (bidang radiologi yang menggunakan radiofarmaka tertentu untuk mendeteksi kelainan di tubuh pasien maupun melakukan terapi, seperti terapi pada kasus keganasan tiroid)

Berdasarkan ruang lingkup di atas, dapat disimpulkan bahwa Radiologi dan Kedokteran Nuklir memiliki peran yang cukup penting dalam bidang kesehatan, khususnya untuk mendeteksi lebih dini suatu penyakit. 

Nah, daripada bingung, Sobat Pintar perlu tahu juga nih contoh Rumah Sakit yang membuka serta menyediakan akses Radiologi bagi para pasiennya.

Rumah Sakit yang Menyediakan Pemeriksaan Radiologi

Ternyata, tidak semua Rumah Sakit memiliki peralatan Radiologi dan Kedokteran Nuklir ini, loh! 

Tenang saja, berikut ini merupakan contoh Rumah Sakit yang bisa Sobat Pintar kunjungi jika ingin dilakukan pemeriksaan Radiologi atau Kedokteran Nuklir, seperti diantaranya:

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo

Rumah Sakit Radiologi dan Kedokteran Nuklir

Sumber gambar : annualreport.id

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (disingkat RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo atau RSCM) adalah sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta Pusat, Indonesia. 

RSCM merupakan rumah sakit Pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 

Nama rumah sakit ini diambil dari nama Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, seorang tokoh perlawanan Indonesia pada masa penjajahan.

Ribuan dokter dan tenaga medis membantu ribuan pasien dari seluruh Indonesia yang datang ke RSCM setiap hari. 

RSCM berfungsi sebagai pusat rujukan nasional untuk rumah sakit pemerintah serta fasilitas pelatihan bagi dokter umum, spesialis dan subspesialis, perawat, dan penyedia layanan kesehatan lainnya.

Fasilitas yang tersedia di RSCM juga beraneka ragam sesuai dengan kebutuhannya sebagai rumah sakit rujukan terdepan di Indonesia melalui kemudahan yang ditawarkan, seperti:

  • Radiografi konvensional (pemeriksaan radiografi mulai dari area kepala hingga kaki dapat dilakukan dengan alat ini)
  • Radiografi konvensional dengan kontras (pemeriksaan ini menggunakan media kontras khusus sehingga suatu kelainan dapat terlihat lebih optimal. Pemeriksaan ini banyak digunakan untuk saluran pencernaan, saluran kemih, dan organ reproduksi).
  • Ultrasonografi (pemeriksaan ini tidak menggunakan radiasi pengion atau sinar X dan dapat diaplikasikan pada hampir seluruh organ, sehingga merupakan pemeriksaan yang relatif aman)
  • CT Scan (pemeriksaan dengan sinar X ini menggunakan teknologi yang canggih sehingga dapat memvisualisasikan organ-organ tubuh dalam rekonstruksi 3 dimensi)
  • MRI (pemeriksaan dengan menggunakan teknologi medan magnet untuk dapat memvisualisasikan organ-organ tubuh dalam rekonstruksi 3 dimensi)
  • Kamera gamma dan SPECT CT (merupakan fasilitas kedokteran nuklir untuk memvisualisasikan kondisi tubuh pasien dan mendeteksi adanya kelainan)
  • Terapi ablasi tiroid (merupakan fasilitas kedokteran nuklir sebagai penunjang terapi bagi kasus keganasan tiroid)
  • Cath lab Radiologi (ruang prosedur invasif minimal untuk melakukan tindakan tindakan radiologi intervensi)

(Syafiq Kemal Fahriandoni)

ditinjau oleh: dr. Trifonia Pingkan Siregar, Sp.Rad(K) dan dr. Reyhan Eddy Yunus, Sp.Rad, MSc