Skip to content
Home » Apa itu Xerophthalmia? Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Apa itu Xerophthalmia? Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

  • by

Sobat Pintar, pernahkah kamu mendengar tentang penyakit Xerophthalmia? Di seluruh dunia, setiap tahunnya terdapat 350.000 kasusyang mengidap penyakit ini. 

WHO memperkirakan bahwa sebanyak 254 juta anak-anak menderita kekurangan vitamin A dan yang menderita Xerophthalmia adalah sebanyak hampir 3 juta.

Tahukah kamu bahwa Xerophthalmia lebih banyak diderita di negara berkembang seperti Indonesia dibandingkan di negara maju?

Hal ini disebabkan karena Indonesia sebagai negara berkembang masih banyak yang menderita kekurangan nutrisi.

Pengertian Xerophthalmia

Penyakit Mata Xerophthalmia

Sumber: pixabay.com

Xerophthalmia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Apabila kamu terpapar, mata akan menjadi kering.

Selain itu, kamu juga bisa menderita rabun senja hingga kebutaan jika tidak segera ditangani. Tidak hanya menyebabkan kebutaan saja, tapi juga berefek buruk pada pertumbuhan dan daya tahan tubuh seseorang, terutama anak-anak.

Apabila tidak diobati dengan cepat, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

Penyebab Xerophthalmia

Penyebab Penyakit Mata Xerophthalmia

Sumber: freepik.com

Kekurangan Vitamin A adalah penyebab utama dari penyakit Xerophthalmia.

Vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, melindungi organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru, dan menjaga sistem kekebalan tubuh kita.

Tubuh kita tidak dapat memproduksi sendiri Vitamin A, oleh karena itu kita perlu mengonsumsi makanan atau suplemen yang kaya akan Vitamin A.

Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan seseorang berpeluang lebih besar untuk terpapar penyakit Xerophthalmia:

  • Anak-anak.

Selain menyebabkan rabun senja, penyakit Xerophthalmia bisa menghambat tumbuh kembang anak dan berpotensi untuk menyebabkan komplikasi penyakit lain.

Xerophthalmia lebih banyak diderita anak-anak dibandingkan orang dewasa, dimana anak-anak usia 3-6 tahun memiliki risiko lebih besar untuk terpapar .

  • Status ekonomi

Seperti yang telah disebutkan di atas, tubuh kita tidak dapat memproduksi Vitamin A dengan sendirinya.

Oleh karena itu, orang dengan kemampuan finansial kurang baik lebih berpeluang untuk terpapar penyakit mata akibat kurangnya keseimbangan nutrisi.

  • Kurangnya Pengetahuan Akan Pentingnya Vitamin A

Sobat Pintar pasti tahu banyaknya orang yang tidak menyukai wortel, bukan? Padahal, wortel sangat baik dikonsumsi karena kaya akan Vitamin A.

Kurangnya kesadaran akan pentingnya Vitamin A bagi tubuh bisa menyebabkan kebutuhan Vitamin A tidak tercukupi, sehingga memperbesar peluang terpapar Xerophthalmia.

  • Penyakit Lain yang Menyebabkan Kekurangan Vitamin A

Penyakit seperti Radang Pankreas dan Penyakit Inflamasi Usus merupakan penyakit yang bisa menyebabkan kurangnya Vitamin A.

Tentu saja hal tersebut dapat berakibat bertambahnya peluang untuk terpapar Xerophthalmia.

  • Seseorang yang Memiliki Masalah Hati (Liver)

Apabila kamu memiliki masalah pada organ hati, kamu perlu waspada.

Penyakit Hati Kronis atau Sirosis Hati dapat menyebabkan sulitnya Vitamin A untuk dicerna di tubuh.

Hal ini tentu saja dapat berimbas pada kurangnya jumlah Vitamin A dalam tubuh yang mengakibatkan Xerophthalmia.

  • Diare Kronis

Jika kamu mengalami Diare Kronis, maka jumlah Vitamin A dalam tubuhmu akan menipis.

Oleh karena itu, orang yang mengalami Diare Kronis berpeluang besar untuk terpapar Xerophthalmia.

  • Alkoholisme

Ketergantungan alkohol atau alkoholisme juga berpeluang besar untuk terkena Xerophthalmia.

Hal ini disebabkan oleh berkurangnya kadar Vitamin A secara drastis akibat minum minuman beralkohol secara berlebihan.

Gejala Xerophthalmia

Xerophthalmia adalah sebuah penyakit yang berprogresif, yang artinya penyakit ini akan bertambah buruk seiring berjalannya waktu apabila tidak segera kamu obati.

Oleh karena itu, deteksi dini sangatlah penting sebelum terlambat.

Berikut ini merupakan gejala dan ciri-ciri dari seseorang yang terkena Xerophthalmia:

  1. Mata kering dan muncul kerutan di sekitar mata atau di sekitar konjungtiva dapat menjadi salah satu penyebab Xerophthalmia.
  2. Mengalami rabun senja atau kesulitan melihat di malam hari adalah salah satu dari ciri-ciri penyakit mata ini.
  3. Terdapat ulkus atau luka di kornea mata juga merupakan salah satu penyebab Xerophthalmia,
  4. Muncul bintik Bitot atau bintik putih di konjungtiva juga perlu diwaspadai karena merupakan ciri-ciri dari pengidap penyakit mata berbahaya ini.
  5. Melunaknya kornea mata juga merupakan ciri dari orang yang terindikasi gejala Xerophthalmia.

Apakah Xerophthalmia Bisa Disembuhkan?

Ya! Kamu tidak perlu khawatir karena Xerophthalmia bisa disembuhkan. Akan lebih baik jika kamu memperbaiki pola makanmu agar kebutuhan Vitamin A terpenuhi sebagai bentuk tindakan pencegahan penyakit mata ini.

Berikut ini daftar makanan yang mengandung Vitamin A:

  1. Minyak ikan.
  2. Hati ayam atau hati sapi.
  3. Daging ayam dan daging sapi.
  4. Telur.
  5. Sayuran berwarna merah, kuning, atau berdaun hijau seperti paprika merah, ubi kuning, wortel, dan bayam.
  6. Buah berwarna kuning seperti lemon, mangga, pepaya, dan jeruk.
  7. Susu dan produk olahan susu misalnya yoghurt dan keju.

Seberapa Banyak Vitamin A yang Dibutuhkan Setiap Orang?

Sobat Pintar juga perlu memperhatikan berapa banyak Vitamin A yang dapat dikonsumsi setiap harinya agar tidak terjadi kelebihan Vitamin A.

Apabila kamu kelebihan Vitamin A, hal ini akan berdampak buruk terhadap kesehatan tulangmu dalam jangka panjang.

Berikut kebutuhan Vitamin A yang dibutuhkan setiap orang tergantung jenis kelamin dan usia dalam satuan mikrogram (µg):

  • Bayi 0-6 bulan: 400 µg
  • Bayi 7-12 bulan: 500 µg
  • Anak-anak 1-3 tahun: 300 µg
  • Anak-anak 4-8 tahun: 400 µg
  • Anak-anak 9-13 tahun: 600 µg
  • Remaja laki-laki 14-18 tahun: 900 µg
  • Remaja perempuan 14-18 tahun: 700 µg
  • Pria dewasa: 900 µg
  • Wanita dewasa: 700 µg
  • Ibu hamil: 770 µg
  • Ibu menyusui: 1300 µg

Kapan Harus ke Dokter?

Dokter Mata

Sumber: pixabay.com

Jika kamu merasa mempunyai ciri-ciri dari penyakit mata tersebut, segera konsultasikan ke dokter sebelum kondisi makin parah!

Apabila kamu ingin mendapatkan pertolongan tercepat, Sobat Pintar bisa melakukan telekonsultasi di aplikasi SmartRSCM.

Aplikasi SmartRSCM by SiapDOK akan mempertemukan kamu dengan puluhan dokter-dokter berkualitas di RSCM Jakarta.

Segera download aplikasinya di Play Store atau App Store untuk menikmati kemudahan dalam berkonsultasi!

(Alula Sakinah)

Ditinjau oleh: Dr. Hisar Daniel, SpM

Referensi

Wittpenn, J. R., Tseng, S. C., & Sommer, A. (1986). Detection of early xerophthalmia by impression cytology. Archives of ophthalmology, 104(2), 237-239.

Feroze KB, Kaufman EJ. (2022). Xerophthalmia. StatPearls Publishing.

NHS UK. Diakses pada 2022. Vitamins and minerals – Vitamin A.

WebMD. Diakses pada 2022. Xerophthalmia: Causes, Symptoms, Treatment, and More.