Skip to content
Home » Gagal Ginjal Akut: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Gagal Ginjal Akut: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

gagal ginjal akut

Beberapa waktu lalu, publik Indonesia dihebohkan dengan kasus gagal ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak.

Penyakit gagal ginjal akut (GGA) misterius itu telah dikonfirmasi salah satu penyebab utamanya adalah akibat dari cemaran senyawa kimia etilen glikol (EG) yang melebihi ambang batas pada obat sirup anak-anak.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. M Syahril mengonfirmasi hoax yang beredar bahwa GGA diakibatkan oleh vaksin COVID-19 dan imunisasi rutin adalah tidak benar pada konferensi pers virtual di Jakarta, 25 Oktober 2022 lalu.

BPOM RI telah merilis hasil investigasi dari obat obat sirup anak-anak dan hasilnya adalah terdapat 69 obat sirup dari 3 industri farmasi yang dipastikan tercemar oleh EG melebihi batas.

Tiga industri farmasi tersebut adalah PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma. BPOM telah mencabut izin edar 69 obat sirup dari industri farmasi tersebut dan juga menindak tegas mereka.

Walaupun per tanggal 22 Oktober 2022 Kementerian Kesehatan RI telah mengkonfirmasi bahwa tidak adanya penambahan kasus GGA misterius tersebut, namun Sobat Pintar tidak boleh lengah dan tetap perlu waspada.

Oleh karena itu, mari simak ulasan berikut untuk mengetahui gagal ginjal akut lebih dalam lagi!

Apa Itu Gagal Ginjal Akut?

Gagal ginjal akut atau disebut juga dengan acute kidney injury dan acute kidney failure adalah kerusakan ginjal secara tiba-tiba dalam jangka waktu hanya dalam beberapa jam atau beberapa hari saja.

Gangguan ginjal akut ini dapat menyebabkan penumpukan limbah dalam darah dan membuat ginjal sulit untuk menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh.

Selain itu, penyakit ginjal ini juga dapat mempengaruhi organ lain seperti otak, jantung, dan paru-paru.

Penyebab Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut disebabkan oleh banyak penyebab yang dikategorikan dalam 3 faktor utama, antara lain:

1. Aliran Darah ke Ginjal Terganggu

Beberapa penyakit dan kondisi dapat mempengaruhi aliran darah ke ginjal sehingga mengakibatkan gagal ginjal akut. Berikut daftarnya:

  • Tekanan darah rendah (hipotensi) atau mengalami syok
  • Kehilangan darah atau cairan dalam tubuh, seperti mengalami pendarah dan diare parah
  • Serangan jantung, gagal jantung, dan kondisi-kondisi lain yang menyebabkan disfungsi jantung
  • Gagal organ (misalnya: jantung, paru-paru, hati, dan lain-lain)
  • Reaksi alergi yang parah
  • Luka bakar
  • Cedera
  • Operasi besar
  • Konsumsi obat analgesik yang berlebihan. Obat ini digunakan untuk mengurangi pembengkakan dan mengurangi nyeri seperti sakit kepala, flu, dan masuk angin. Contohnya adalah ibuprofen, ketoprofen, dan naproxen.

2. Kerusakan Langsung pada Ginjal

Beberapa penyakit dan kondisi dapat merusak ginjal, misalnya:

  • Sepsis (infeksi parah yang bisa mengancam jiwa)
  • Multiple myeloma/mieloma ganda yang merupakan kanker sel plasma
  • Vasculitis (radang pembuluh darah)
  • Nefritis interstisial (reaksi alergi pada obat tertentu yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan ginjal)
  • Scleroderma/skleroderma (penyakit autoimun yang menyerang jaringan ikat)
  • Penyakit dan kondisi lain yang menyebabkan inflamasi atau kerusakan pada tubulus ginjal seperti glomerulonefritis

3. Penyumbatan Saluran Kemih

Penyumbatan pada saluran kemih dialami oleh sebagian orang yang memiliki penyakit atau kondisi tertentu yang berakibat pada gangguan ginjal akut, antara lain:

  • Kanker prostat, kanker kandung kemih, dan kanker serviks
  • Pembesaran prostat
  • Gangguan sistem saraf yang bisa mempengaruhi saluran kemih dan kencing
  • Batu ginjal
  • Pembekuan darah di saluran kemih

Gejala Gagal Ginjal Akut

Gejala atau ciri-ciri dari orang yang menderita gagal ginjal akut dapat bervariasi tergantung dari penyebabnya. Namun, pada umumnya mencakup hal-hal berikut ini:

  1. Urine yang keluar sangat sedikit
  2. Pembengkakan pada kaki, persendian, dan sekitar mata
  3. Mudah kelelahan
  4. Napas pendek
  5. Mual
  6. Linglung
  7. Dada terasa sakit atau seperti ditekan
  8. Kejang hingga koma pada kasus yang sudah tingkat parah

Komplikasi Gagal Ginjal Akut

Jika gagal ginjal akut sudah dalam tingkat parah atau dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang cepat, maka akan menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Tingginya kadar potasium pada darah yang dapat menyebabkan otot melemah, gangguan ritme jantung, hingga kelumpuhan
  • Menumpuknya cairan di dalam tubuh sehingga akan terjadi penumpukan di bagian lengan dan kaki (edema) atau di paru-paru (edema paru)
  • Meningkatnya kadar asam dalam darah (asidosis metabolik)
  • Radang pada selaput pembungkus jantung (perikarditis)
  • Meningkatnya kadar kalium dalam darah (hiperkalemia)
  • Terjadinya kerusakan ginjal permanen
  • Kematian

Selain itu, dalam penelitian pada Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Volume 2 No.1 pada tahun 2021 menyatakan bahwa komplikasi gagal ginjal akut akibat coronavirus atau COVID-19 terbukti meningkatkan angka kematian untuk COVID-19.

Tidak hanya itu, komplikasi gagal ginjal akut pada COVID-19 juga berpotensi untuk meningkatkan peluang menjadi gagal ginjal kronis sehingga deteksi dini sangat diperlukan untuk mengetahui apakah pasien COVID-19 mengalami komplikasi gagal ginjal atau tidak.

Cara Mencegah Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut dapat dicegah dengan 3 cara sebagai berikut:

  1. Menghindari konsumsi berlebih obat-obatan yang berpotensi untuk merusak ginjal. Kamu dapat membaca setiap keterangan obat yang hendak kamu konsumsi/beli terlebih dahulu apakah obat tersebut berpotensi merusak ginjal atau tidak.
  2. Cek dan perhatikan seberapa sering buang air kecil, jika intensitasnya terlalu sering, maka sebaiknya kamu segera periksa ke dokter, terutama jika jumlah urine yang keluar sangat sedikit
  3. Selalu pastikan kamu cukup cairan setiap harinya dan jangan sampai dehidrasi
  4. Rajin berolahraga dan terapkan pola hidup sehat, termasuk jaga pola makan dengan makan makanan bergizi seimbang

Pengobatan 

Penyakit ginjal ini dapat diobati dengan beberapa cara tergantung dari apa penyebab penyakit tersebut dan seberapa parah tingkatnya.

Dokter mungkin akan meminta kamu untuk lebih sering minum air putih apabila kamu menandakan gejala-gejala dehidrasi. Sedangkan, jika kamu ada infeksi yang dapat mempengaruhi gagal ginjal akut, kamu akan diberikan antibiotik.

Apabila yang kamu alami adalah akibat dari konsumsi obat-obatan tertentu, dokter akan memintamu untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut, paling tidak sampai masalahnya teratasi.

Jika penyebab gagal ginjal akut yang kamu alami adalah karena penyumbatan saluran kemih, dokter akan memintamu untuk dirawat di rumah sakit karena kamu perlu memasang kateter urine.

Nah, jika gagal ginjal akut sudah sangat parah, dokter kemungkinan akan merekomendasikan cuci darah atau dialisis.

Kapan Harus ke Dokter?

gagal ginjal akut

Berbeda dengan gagal ginjal kronis yang gejalanya menahun, kerusakan ginjal berlangsung dalam rentang waktu yang sangat singkat, yaitu hanya dalam beberapa jam atau hari saja.

Oleh karena itu, jika kamu mengalami gejala-gejala awal dari penyakit ginjal yang telah diulas di atas, kamu harus segera ke dokter tanpa tapi dan tanpa nanti sebelum terlambat. 

Untungnya, sekarang sudah ada aplikasi SmartRSCM dari SiapDOK dimana dokter-dokter terpercaya dari RSCM selalu siap sedia untuk mendengarkan segala keluhan kesehatanmu!

Yuk, segera download aplikasi SmartRSCM di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan konsultasi dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan datang langsung ke rumah sakit!

(Alula Sakinah)

Referensi

KOMPAS. Diakses pada 2022. Cek, Ini Daftar 69 Obat Sirup yang Izin Edarnya Dicabut BPOM.

KEMENKES RI. Diakses pada 2022. Tak Ada Penambahan Kasus Baru Gangguan Ginjal Akut, Namun Tetap Waspada.

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Acute kidney failure.

National Kidney Foundation. Diakses pada 2022. Acute Kidney Injury.

NHS UK. Diakses pada 2022. Acute kidney injury.