Skip to content
Home » 6 Gejala Gangguan Kepribadian Narsistik

6 Gejala Gangguan Kepribadian Narsistik

gangguan kepribadian narsistik

Gangguan kepribadian adalah salah satu penyakit mental yang mana pola pikir seseorang yang tidak sehat. Gangguan kepribadian memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah gangguan kepribadian narsistik.

Mungkin bagi beberapa orang masih sangat awam dengan gangguan kepribadian yang satu ini. Nah, kali ini kita akan membahas gangguan kepribadian.

Gangguan kepribadian narsistik adalah suatu kondisi di mana ia merasa lebih penting dan harus dikagumi oleh semua orang, ia akan merasa dirinya lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya.

Mereka akan selalu membangga-banggakan pencapaiannya secara berlebihan yang mana hal tersebut merupakan hal yang biasa saja.

Seseorang yang mengidap penyakit ini memiliki tingkat empati yang rendah. Ia memiliki perasaan yang mudah tersinggung dan akan sangat gampang untuk merasakan depresi ketika dikritik oleh orang lain.

Faktor Penyebab Gangguan Kepribadian Narsistik

Penyebab Gangguan Kepribadian Naristik

Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kepribadian. Tetapi, Kohut mengatakan bahwa gangguan kepribadian narsistik terjadi diakibatkan karena adanya kegagalan dalam mengembangkan diri yang sehat.

Hal tersebut dikarenakan ketidakmampuan orang tua dalam merespon secara baik dari segi kompetensi yang dimiliki anak. 

Anak akan dihargai karena membangun kebangggaan dan harga diri dari orang tuanya, bukan berdasarkan makna dirinya sendiri.

Faktor penyebab gangguan kepribadian narsistik masih belum diketahui secara pasti. Penyebab gangguan kepribadian narsistik sangatlah kompleks, seperti gangguan mental yang lain.

Masa kanak-kanak yang tidak semestinya bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kepribadian narsistik. 

Seperti misalnya orang tua yang selalu memanjakan anaknya secara berlebihan, memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap anak, perlakuan kejam terhadap anak, atau anak yang sering diabaikan orang tuanya.

Namun, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kepribadian narsistik terjadi karena faktor genetik, yaitu adanya riwayat kepribadian narsistik pada anggota keluarganya.

Pada kondisi tersebut juga bisa berpengaruh karena adanya hubungan antara otak dengan perilaku serta kemampuan berpikir menggunakan peran dalam masa perkembangan gangguan kepribadian narsistik.

Setelah mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan kepribadian narsistik, selanjutnya kamu harus mengetahui gejala-gejala yang terjadi pada orang dengan gangguan kepribadian ini, simak ulasan di bawah ini.

Gejala Kepribadian Narsistik

Gejala kepribadian narsistik cukup bervariatif. Ada banyak sekali sikap yang muncul dari orang dengan gangguan ini.

1. Memiliki Rasa Tingkat Kepercayaan Diri yang Rendah

Orang dengan gangguan jiwa ini sering tampak lebih tinggi daripada orang lain. Jika dilihat lebih dalam lagi, orang dengan kepribadian narsistik sebenarnya memiliki tingkat rasa tidak aman yang cukup tinggi.

Mereka akan terus mencari cara agar bisa membuktikan diri mereka sendiri, baik kepada orang lain maupun kepada batin mereka.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa mereka cenderung mencari pujian dan gemar untuk meninggikan diri.

2. Selalu Mementingkan Diri Sendiri Secara Berlebihan

Salah satu karakteristik dari kepribadian narsistik adalah rasa mementikan diri sendiri secara berlebihan. Mereka merasa memiliki superioritas atas orang lain.

Mereka merasa lebih unggul dari yang lain tanpa adanya alasan yang jelas. Mereka selalu bersikeras untuk mendapatkan dan menunjukan yang terbaik dan bisa saja mereka menolak sesuatu dengan alasan yang mereka rasa kurang.

Mereka bisa saja melebih-lebihkan atau berbohong tentang pencapaian yang sudah mereka dapatkan.

3. Marah Jika Menghadapi Sudut Pandang yang Berbeda

Karakteristik ini tak hanya terjadi pada orang gangguan kepribadian narsistik saja, orang dengan gangguan kepribadian ambang pun memiliki karakteristik ini.

Mereka akan bereaksi dengan emosi jika ada orang lain yang membawa rasa tidak aman terdalam mereka terlalu dekat ke permukaan.

Alasannya, mereka biasanya mengeluarkan emosi kecemasan atau malu yang jauh lebih menyakitkan yang mereka simpan di dalam.

Jadi, mereka mengalihkan rasa malunya dengan cara marah.

4. Sulit untuk Menerima Kritik

Orang dengan kepribadian narsistik sulit untuk menerima kritik dari siapapun, bahkan untuk hal baik sekalipun.

Mereka bisa saja menyerang orang yang telah menyinggung mereka. Tak hanya itu, mereka bisa menimbulkan kondisi mental lainnya seperti: 

  • Kecanduan gangguan bipolar
  • Gangguan kepribadian antisosial
  • Gangguan kepribadian ambang
  • Depresi
  • Kecemasan 
  • Kecemasan pikiran atau perilaku bunuh diri

5. Sering Merendahkan Orang Lain

Orang dengan kepribadian narsistik akan terdorong dari dalam diri mereka untuk menyembunyikan kekurangan mereka atau kelemahan dari dalam citra dirinya.

Oleh sebab itu, mereka biasanya cenderung mengarahkan penilaian yang negatif itu ke orang lain.

Jadi, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk orang-orang dengan gangguan kepribadian narsistik untuk mereka merasa baik adalah dengan merendahkan orang lain.

Mereka akan terus fokus kepada kelebihan orang lain karena mereka akan merasa dirinya jauh lebih baik dibandingkan dengan orang lain.

6. Tidak Mau Kalah dengan Orang Lain

Sangat dibutuhkan usaha yang cukup besar untuk melindungi ego yang tinggi, yang mana sebenarnya rapuh, sehingga sistem pertahanan orang dengan kepribadian narsistik dapat dengan mudah keluar.

Misalnya, orang dengan gangguan kepribadian narsistik akan sangat reaktif terhadap kritik. Pada kenyataannya, perkataan atau tindakan apapun dari orang lain yang bisa mereka anggap mempertanyakan kompetensinya.

Hal tersebut yang menjadi sebuah alasan mengapa orang dengan gangguan kepribadian narsistik akan seringkali tidak ingin kalah dan sangat sulit untuk mengucapkan kata “maaf” untuk kesalahan yang mereka buat.

Diagnosis Gangguan Kepribadian Narsistik

Pasien dengan gangguan kepribadian narsistik biasanya akan ditanyakan oleh dokter atau psikolog mengenai riwayat yang dialami. 

Seperti pola asuh keluarga, serta hubungan pasien dengan keluarga dan lingkungannya.

Dokter biasanya menggunakan suatu intervensi kuesioner Personality Inventory Narcissistic, dimana hal tersebut berisi daftar 40 pertanyaan yang dapat mengukur hal-hal yang mengarah ke narsis.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Tidak ada pencegahan secara khusus yang dapat dilakukan agar gejala kepribadian narsistik tidak muncul.

Hal tersebut dikarenakan belum adanya penyebab utama diketahui secara pasti. Ada beberapa terapi yang bisa dilakukan bersama keluarga pasien dan juga seharusnya bisa membantu keluarganya untuk mempelajari cara berkomunikasi yang sehat.

Kamu bisa melakukan 3 cara di bawah ini untuk membantu mengurangi risiko timbulnya narsistik, antara lain:

  • Berobat ke dokter atau psikolog jika mengalami atau merasakan gangguan kesehatan mental, apalagi jika muncul pada masa kanak-kanak
  • Lakukan terapi keluarga untuk mengetahui cara berkomunikasi yang sehat, dan mengatasi konflik dan tekanan emosional yang dialami
  • Ikuti kelas parenting atau bisa berkonsultasi dengan terapis mengenai pola asuh anak secara benar.

Pengobatan Kepribadian Narsistik

Pengobatan yang bisa dilakukan pada pasien dengan kepribadian narsistik adalah terapi psikologis.

Tujuan dilakukannya terapi tersebut adalah agar pasien dapat memahami diri sendiri dengan lebih baik dan mampu mengendalikan perilakunya.

Terapi yang bisa dilakukan meliputi:

  • Terapi bicara (psikoterapi), yang dapat membantu pasien untuk menjalin sebuah hubungan yang lebih baik dengan orang lain, serta dapat memahami penyebab timbulnya gejala narsistik
  • Terapi perilaku kognitif, yang dapat membantu pasien mengubah perilaku dan pemikiran yang dapat merusak.

Selain terapi, ada beberapa obat-obatan yang dapat diberikan untuk membantu meredakan gejala penyerta, misalnya gangguan kecemasan atau depresi.

Beberapa jenis obat-obatan yang dapat diberikan adalah:

  • Antidepresan yang dapat mengatasi depresi, jenisnya adalah selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), seperti fluoxetine, paroxetine, dan sertraline.
  • Antimania atau obat pengendali mood, misal lithium, yang dapat meredakan gangguan suasana hati
  • Antipsikotik, seperti aripiprazole dan risperidone, yang dapat mengatasi gejala depresi atau gangguan kecemasan

Kapan Harus ke Dokter?

dokter gangguan kepribadian narsistik

Pasien dengan gangguan kepribadian narsistik biasanya tidak sadar bahwa dirinya memiliki kondisi tersebut, sehingga jarang pasien dengan gangguan mental tersebut yang melakukan pemeriksaan ke dokter.

Jika kamu atau kerabatmu mengalami gejala narsistik yang meliputi kesedihan atau mengalami gejala yang sudah disebutkan di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau psikolog.

Hadirnya SmartRSCM siap membantumu untuk menyelesaikan masalahmu. Cukup download aplikasinya di Google Play Store dan App Store dan lakukan konsultasi cukup dari rumah saja. 

Yuk, download aplikasinya sekarang juga. Sayangi kesehatan jiwamu!

(Arya Saputra S)

Ditinjau Oleh:

Referensi:

Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam. Gangguan Kepribadian Narsistik dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Mental. Diakses pada 2022