Skip to content
Home » 8 Jenis Gangguan Sistem Endokrin pada Manusia

8 Jenis Gangguan Sistem Endokrin pada Manusia

Jenis Gangguan Sistem Endokrin

Sistem endokrin merupakan sistem pengatur tubuh yang terdiri dari kelenjar–kelenjar endokrin yang mengeluarkan bahan kimia disebut hormon. Jenis kelenjar, dan nama-nama hormon yang dikeluarkan. Sistem tersebut memiliki beberapa jenis gangguan sistem endokrin.

Kelenjar endokrin ini tidak mempunyai saluran tertentu dalam mengangkut hasil sekresinya ke tempat tertentu. Maka dari itu, hormon disekresikan langsung menuju kapiler darah dan bersirkulasi dalam sistem peredaran darah ke seluruh tubuh. 

Sistem endokrin beserta hormonnya dapat membantu dalam pengaturan laju, pemrosesan makanan untuk menghasilkan energi, ketahanan terhadap stres, pH cairan tubuh dan keseimbangan cairan, serta reproduksi. 

Jenis Gangguan Sistem Endokrin

Sistem Endokrin

Jenis gangguan endokrin pada tubuh tentunya sangat beragam mulai tergantung pada hormon yang diproduksi serta kondisi tubuh seseorang, antara lain:

1.Diabetes

Diabetes termasuk salah satu jenis gangguan sistem endokrin karena kadar glukosa dalam darah yang tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh karena adanya produksi hormon insulin yang tidak optimal. 

Hormon insulin ini merupakan hormon yang berguna untuk mengangkut sekaligus mengubah glukosa menjadi energi yang diperlukan tubuh. Di saat insulin tidak mampu menghasilkan dengan baik maka glukosa dalam darah mengalami peningkatan akibatnya terjadi pengendapan gula darah. 

Akibat adanya endapan ini maka akan berdampak pada komplikasi diabetes, seperti stroke, penyakit jantung.

Adapun gejala yang dirasakan:

  1. Mudah haus dan lapar 
  2. Frekuensi buang air kecil meningkat
  3. Perubahan berat badan tidak terduga
  4. Luka lama sembuh
  5. Keadaan tangan serta kaki yang mati rasa 
  6. Kelelahan
  7. Pandangan kabur

2. Penyakit Addison

Merupakans salah satu jenis gangguan sistem endokrin, tepatnya di bagian kelenjar karena adanya kerusakan pada kelenjar adrenal yang berakibat pada produksi hormon steroid yaitu kortisol serta aldosteron menjadi sedikit. 

Tubuh jika tidak mendapatkan hormon tersebut maka tubuh kesulitan untuk mengeluarkan  air serta garam lewat produksi urin. Akibatnya, tekanan darah akan menurun drastis. 

Di sisi lain, kadar potasium dalam tubuh akan meningkat tajam hingga membahayakan tubuh. Gejala yang dirasakan antara lain: 

  1. Mudah merasakan lelah Lemah dan mudah lelah
  2. Perubahan warna kulit yang menjadi gelap Warna kulit yang menggelap
  3. Nafsu makan yang berkurang serta berat badan menjadi turun signifikan
  4. Kadar gula darah yang rendah
  5. Pingsan
  6. Ditemukan sariawan
  7. Depresi atau iritabel (mudah marah)

Jika penyakit hipoadrenalisme tidak segera diobati akan menimbulkan gejala yang lebih serius yaitu:

  1. Perubahan status mental (bingung, ketakutan, kegelisahan)
  2. Demam tinggi
  3. Nyeri mendadak pada punggung bawah, perut, dan tungkai

3. Sindrom Cushing

Sindrom Cushing ini terjadi jika tubuh memproduksi kortisol dalam jumlah yang banyak. Fungsi dari kortisol ini seharusnya mengatur stress serta metabolisme tubuh, serta menjaga tekanan darah. Dengan adanya hormon dari kortisol ini mampu memicu gejala yaitu:

  1. Penambahan berat badan
  2. Tulang mudah rapuh
  3. Penumpukan lemak di area wajah, tengkuk, dan perut
  4. Pertumbuhan rambut berlebih
  5. Pandangan kabur
  6. Gangguan kesuburan

4. Hipertiroidisme

Suatu gangguan pada tubuh yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu karena pada kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang tinggi.

Selain itu gangguan pada otak maka sinyal dari otak mencoba merangsang produksi hormon tiroid dalam jumlah banyak, serta adanya peradangan pada kelenjar tiroid. 

Para pengidap jenis penyakit endokrin ini dapat mengalami gejala, antara lain:

  1. Detak jantung yang tidak teratur serta cepat 
  2. Kesulitan tidur Sulit tidur
  3. Munculnya perasaan cemas dan emosi
  4. Kelelahan
  5. Suhu tubuh yang tidak menentu
  6. Frekuensi feses yang dikeluarkan meningkat dan tidak berhenti 
  7. Nafsu makan yang meningkat dari biasanya tetapi berat badan justru mengalami penurunan 
  8. Ditemukan gondok di area leher

5. Hipotiroidisme

Umumnya hipotiroidisme banyak dijumpai di kalangan wanita lanjut usia. Penyebab dari penyakit ini yaitu disaat kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang dibutuhkan tubuh.

Kelenjar tiroid ini berbentuk kecil seperti kupu-kupu yang berada di bawah jakun. Tugas dari hormon ini yaitu menghasilkan energi, mengatur detak jantung serta suhu tubuh. Gejala yang dirasakan yaitu:

  1. Tubuh yang sensitif terhadap suhu dingin
  2. Kelelahan yang berarti
  3. Mata yang sayu
  4. Kulit kering
  5. Detak jantung melambat
  6. Kesemutan di area tangan

6. PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)

Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome yaitu suatu gangguan yang disebabkan karena tubuh menghasilkan hormon reproduksi dengan tidak seimbang. 

Perempuan dengan usia subur rentan mengalami gangguan hormon ini sehingga sel telur tidak berkembang dengan baik. Pengidap ini merasakan gejala berupa:

  1. Ketidakteraturan pada siklus haid 
  2. Timbulnya Jerawat
  3. Rambut yang rontok dan menipis
  4. Penambahan berat badan 
  5. Kulit menjadi gelap

7. Gigantisme

Biasanya dialami oleh anak-anak pada masa pertumbuhannya. Gangguan ini akan menjadikan anak menjadi sangat besar dan tinggi layaknya raksasa.

Faktor penyebabnya ialah adanya masalah pada hormon pertumbuhan dimana kelenjar hipofisis (pituitari) memproduksi terlalu banyak hormon sehingga tulang pada anak akan lebih cepat tumbuh dan ukurannya pun juga besar di atas normal anak seusianya. 

Seorang anak dengan penyakit akromegali tentunya dapat mudah dibedakan dari ukuran badan normal dimana akan terlihat secara jelas seiring dengan pertambahan usia pada anak.

Gejala penyakit akromegali ini sendiri akan terus muncul sebelum akhir masa pubertas seorang anak. Berikut gejala yang biasanya dirasakan:

  1. Tinggi dan berat badan tidak normal sesuai anak seusianya
  2. Dahi dan dagu yang berukuran lebar
  3. Bentuk wajah cenderung kasar
  4. Keterlambatan pada masa pubertas anak
  5. Untuk perempuan biasanya ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur

8. Hipopituitari

Suatu kondisi yang cukup jarang ditemui, kondisi ini menyebabkan kelainan pada kelenjar pituitari yang menyebabkan kegagalan pada produksi satu atau lebih hormon, atau memproduksi hormon tetapi dalam jumlah yang kurang. 

Faktor penyebab dari kondisi ini karena keturunan terhadap kelainan yang diturunkan orang tua kelainan atau bisa saja timbul saat sudah berusia dewasa. Maka tidak dapat dipastikan penyakit ini menyerang pada usia berapa. 

Mengingat kelenjar pituitari itu mempengaruhi kerja tubuh kita termasuk beberapa organ, maka dapat saja mempengaruhi hasil gula darah seseorang. Kondisi kurang konsentrasi dapat disebabkan karena kondisi tersebut. 

Berikut beberapa gejala dari kondisi hipopituitari, diantaranya:

  1. Lemah badan
  2. Penurunan berat badan
  3. Menurunnya hasrat seksual
  4. Cenderung lebih sensitif pada udara dingin
  5. Menurunnya nafsu makan
  6. Muka tampak lebih gemuk / berisi
  7. Anemia / kekurangan darah
  8. Kemandulan

Jika Sobat Pintar mengalami gejala yang sudah di atas namun tak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan. 

Melalui Smart RSCM oleh SiapDok yang sudah tersedia di Google Play Store maupun Apple App Store.  

Kualitas dan bermutu selalu diberikan kepada pasien agar konsultasi menjadi lebih mudah dan cepat. 

(Maria Angeli Adind)

Ditinjau oleh:

Referensi:

Jurnal Fakultas Kesehatan. Universitas Nurul Jadid. Anatomi Fisiologi Sistem Endokrin. Diakses pada 2022