Skip to content
Home » Trikomoniasis: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan

Trikomoniasis: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan

Trikomoniasis

Sobat Pintar, tahukah kamu bahwa terdapat banyak sekali penyakit menular seksual? Salah satunya trikomoniasis.

Kamu perlu waspada nih terhadap penyakit menular seksual ini karena mempunyai dampak yang serius bagi kesehatan kamu.

Sebelum membahas penyakit menular seksual yang satu ini lebih dalam, kamu perlu tahu bahwa penyakit menular banyak jenisnya, ada gonore, HPV, HIV, dll. Kali ini, kita akan membahas salah satu penyakit menular seksual, yaitu trikomoniasis

Apa Itu Trikomoniasis?

Trikomoniasis adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit yang bernama Trichomonas vaginalis

Virus ini dapat menular dari seseorang yang sudah terinfeksi melalui berganti-ganti pasangan seksual, tidak menggunakan kondom, penggunaan alat bantu sex secara bersamaan, serta penggunaan barang pribadi seperti handuk.

Kamu perlu waspada terhadap penyakit seksual ini karena biasanya penyakit ini tidak bergejala, sehingga dengan perlahan virus ini akan menggerogoti tubuh kamu tanpa adanya keluhan.

Hasil penelitian di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2011-2015 menunjukan bahwa terdapat kasus sebesar 22 kasus baru trikomoniasis dengan presentase 3,17%.

Dari hasil penelitian tersebut dinyatakan bahwa penyakit trikomoniasis meningkat, karena pada tahun 2009-2011 hasil penelitian didapatkan sebesar 7 kasus dengan persentase 0,81% dari 884 kasus IMS.

Sedangkan menurut WHO, populasi trikomoniasis pada tahun 2008 menyentuh 276,4 juta dari jumlah total kasus baru pada penyakit menular seksual atau sebesar 105.7 juta kasus klamidia trakomatis, 106.1 juta neisseria gonore, 10.6 juta kasus sifilis.

WHO juga menyatakan pada tahun 2008 bahwa terdapat perkiraan insidensi trikomoniasis yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2005, yakni 248,5 kasus yang meningkat menjadi 276,4 kasus (11,3%).

Rata-rata, kasus trikomoniasis menyerang kelompok usia 25-44 tahun sebesar 15 kasus (66,18%), pada umur 15-24 tahun sebesar 7 kasus (31,82%).

Di Amerika Serikat, terdapat perkiraan kasus trikomoniasis sebesar 2-5 juta kasus, 2 juta diantaranya adalah usia muda (15-24 tahun).

Penyebab Trikomoniasis

Perlu diketahui bahwa trikomoniasis tidak dapat menular melalui seks oral, seks anal, ciuman, dan berbagi alat makan.

Namun, seseorang yang terinfeksi disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis

Parasit tersebut menyebar melalui hubungan seksual dan menular akibat berbagi alat bantu seks secara bersamaan.

Ada beberapa risiko yang dapat memicu terjadinya trikomoniasis, antara lain:

  1. Berganti-ganti pasangan seksual
  2. Tidak menggunakan kondom ketika berhubungan seksual
  3. Pernah terinfeksi trikomoniasis
  4. Pernah terinfeksi penyakit menular seksual lainnya

Gejala dan Ciri-Ciri Trikomoniasis

Trikomoniasis

Terdapat perbedaan dari penyakit trikomoniasis pada pria dan wanita. Biasanya, seseorang yang terinfeksi tidak memiliki gejala apapun dan dapat menularkan kepada orang lain.

Keluhan akan muncul ketika sudah memasuki 5-28 hari setelah terinfeksi.

Pada pria, gejala yang muncul yaitu:

  1. Rasa sakit, bengkaknya ujung penis, serta terdapat kemerahan di ujung penis
  2. Keluarnya cairan berwarna putih dari penis
  3. Terasa nyeri ketika buang air kecil atau setelah ejakulasi
  4. Akan lebih sering buang air kecil dari biasanya

Sedangkan pada wanita, penderita akan memiliki gejala, seperti:

  1. Keputihan yang berlebih sehingga membuat vagina tercium amis
  2. Keluarnya keputihan yang berwarna kuning kehijauan dengan konsistensi kental atau encer dan disertai busa
  3. Terasa gatal dan terdapat kemerahan di area vagina disertai dengan rasa terbakar
  4. Terasa nyeri saat berhubungan seksual dan saat buang air kecil

Penularan Trikomoniasis

Trikomoniasis menular melalui kontak seksual secara langsung. Oleh sebab itu, jika seseorang yang terinfeksi wajib menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Parasit Trichomonas vaginalis juga dapat menyebar melalui mutual matrubation dan menggunakan alat bantu sex (sex toys) secara bersama.

Tak menutup kemungkinan bahwa bisa saja virus menyebar melalui beberapa cara, namun cara-cara di bawah ini sangat jarang terjadi. Diantaranya ialah:

  1. Menular melalui dudukan toilet yang bersifat basah/lembab yang bekas digunakan oleh penderita trikomoniasis sebelumnya
  2. Menggunakan air bak mandi secara bersamaan dengan penderita
  3. Berenang di air yang sama dengan penderita yang terinfeksi
  4. Menggunakan handuk atau baju yang basah atau lembab bekas penderita

Dampak Trikomoniasis

Trikomoniasis muncul secara tak langsung, namun secara bertahap dalam beberapa waktu.

Seseorang akan memiliki dampak yang berbeda berdasarkan dengan jenis kelamin. Pada pria, dampak jika seseorang terinfeksi akan menyerang uretra, terjadi masalah pada kulup area penis, dan menyerang prostat.

Pada wanita akan memberi dampak pada vagina pastinya, serta saluran pembuangan urine dan uretra.

Tak hanya itu, penyakit seksual ini dapat meningkatkan risiko infeksi HIV/AIDS, gonore, klamidia, bakteri vaginosis, dan peradangan pelvik (pelvic inflammatory disease/PID) jika tidak ditangani secepatnya.

Apakah Trikomoniasis Berbahaya?

Trikomoniasis memang jarang dapat berakibat fatal, namun dapat memicu beberapa komplikasi, seperti ketidaksuburan dan infeksi jaringan pada kulit Miss V.

Penyakit menular seksual ini rentan tertular pada wanita, apalagi wanita yang aktif secara seksual. Oleh karena itu, kamu perlu waspada dan berhati-hati jika ingin berhubungan seksual.

Jika penyakit ini terjadi pada ibu hamil akan menyebabkan persalinan yang serius.

Pencegahan 

Penyakit menular seksual ini dapat dicegah melalui beberapa cara, antara lain:

  1. Gunakan kondom saat berhubungan intim
  2. Tidak berganti-ganti pasangan saat berhubungan intim
  3. Tidak menggunakan alat-alat pribadi secara bersama, seperti handuk
  4. Bersihkan tubuh secepat mungkin sehabis bermain di kolam renang
  5. Membersihkan Mr. P dan Miss V sebelum dan sesudah berhubungan intim dengan air

Gunakan kondom berbahan lateks jika dapat memungkinkan adanya penyakit menular seksual dari pasangan serta kurangi jumlah pasangan seksual.

Jika kamu sudah melakukan cara-cara di atas namun masih terdapat beberapa gejala yang kamu rasakan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Kapan Harus ke Dokter?

Trikomoniasis dapat hilang timbul, dan jika tidak ditangani sesegera mungkin akan menakibarkan infeksi selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Jika kamu memiliki gejala yang tak kunjung hilang, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Hadirnya SmartRSCM dari SiapDok dapat membantu untuk membantu mengatasi keluhanmu.

Dengan hadirnya beberapa fitur seperti konsultasi online berbasis video call interaktif yang dapat membuat pengalaman konsultasimu semakin leluasa tanpa harus pergi ke luar rumah.

Kamu cukup download aplikasi SmartRSCM di Playstore dan Appstore. Yuk, tunggu apalagi atasi masalahmu segera.

(Arya Saputra S)

Referensi:

Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 4, Nomor 2, Juli-Desember 2016. Diakses pada 2022. Profil trikomoniasis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2011 – 31 Desember 2015

Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA III Tahun 2013. Diakses pada 2022. Infeksi Menular Seksual dan Kehamilan