Skip to content
Home » Jenis Penyakit Mata

10 Jenis Penyakit Mata: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya!

  • by
penyakit mata

Penyakit mata adalah gangguan kesehatan pada mata yang sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Mulai dari penyakit mata yang ringan seperti mata lelah hingga penyakit mata yang parah yang bisa menyebabkan kebutaan.

Penyakit mata dapat diidentifikasi dari gejala-gejala yang timbul seperti mata merah, gatal, perih, penglihatan yang buram, hingga kebutaan.

Setiap gejala yang dirasakan akan menentukan jenis penyakit apakah yang diidap oleh seorang pasien. Nah, untuk mengetahui jenis-jenis penyakit mata serta gejalanya, Sobat Pintar dapat menyimak ulasan berikut ini!

10 Jenis-jenis Penyakit Mata

Jenis Penyakit Mata

Sumber: freepik.com

1.  Xerophthalmia

Xerophthalmia adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan Vitamin A, terutama pada balita yang menderita kekurangan gizi.

Salah satu gejala dari xerophthalmia adalah mata kering. Mata yang kering dapat didiagnosa apabila timbul kemerahan di sekitar mata, penglihatan kabur, dan terasa panas atau terbakar.

Ada sekitar 5–34% penduduk dunia mengidap penyakit ini. Angkanya terus meningkat seiring bertambahnya usia seseorang.

2. Katarak

Katarak adalah suatu penyakit mata yang ditandai dengan keruhnya lensa mata dan kaburnya penglihatan.

Gejala yang sering timbul dari katarak ini adalah penglihatan kabur, melihat lingkaran di sekitar cahaya, melihat warna disekitar memudar padahal tidak, dan kualitas penglihatan menurun saat malam hari.

Adapun ciri-ciri paling mudah untuk mengetahui seseorang terkena katarak adalah terdapat selaput putih yang menutupi kornea mata secara keseluruhan maupun tidak.

Penyakit katarak ini menjadi penyebab kebutaan mata terbesar pertama di dunia. World Health Organization (WHO) menyatakan sekitar 40 juta populasi dunia mengalami kebutaan akibat katarak.

Sedangkan menurut Kemenkes, di Indonesia sekitar 81% kebutaan pada masyarakat berumur 50 tahun ke atas disebabkan oleh katarak.

3. Glaukoma

Glaukoma adalah jenis penyakit mata yang mana terjadi kerusakan saraf optik yang disebabkan oleh tekanan mata yang tinggi.

Tekanan mata yang tinggi dapat diakibatkan oleh kelebihan produksi cairan mata dan terhalangnya saluran pembuangan cairan mata tersebut.

Berikut ini merupakan beberapa gejala dari glaukoma:

  • Mata terasa nyeri
  • Melihat bayangan di sekeliling cahaya
  • Mata kemerahan
  • Mata berkabut (khususnya pada bayi di bawah umur)
  • Penglihatan yang menyempit. 

Glaukoma menjadi penyebab kebutaan kedua terbesar setelah katarak. Berdasarkan data dari WHO, pada tahun 2010 diperkirakan sekitar 3,2 juta orang di dunia mengalami kebutaan akibat Glaukoma ini.

4. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah kondisi mata kemerahan yang diakibatkan oleh iritasi mata, infeksi, peradangan pada selaput permukaan bola mata, dan alergi.

Konjungtivitis sering kali kita rasakan ketika berkendara sepeda motor. Biasanya, gejala yang timbul adalah mata merah, perih, dan terasa gatal.

Konjungtivitis dibagi menjadi 2, yaitu: infeksi dan non-infeksi. Jenis konjungtivitis infeksi terjadi karena virus dan bakteri, sedangkan konjungtivitis non-infeksi terjadi karena alergi.

5. Pterigium

Penyakit pterigium ditandai dengan adanya selaput lendir pada bagian putih bola mata yang terjadi karena seringnya terpapar radiasi sinar matahari.

Gejala dari pterigium adalah mata merah, gatal, dan penglihatan kabur atau buram. Biasanya, seseorang dengan pterigium akan merasa seperti kelilipan suatu benda asing.

6. Amblyopia

Amblyopia atau mata malas adalah penyakit mata yang menyerang anak-anak. Ketika penglihatan seorang anak tidak berkembang dengan baik, kondisi ini disebut sebagai amblyopia.

Penyakit ini disebut sebagai mata malas karena hanya menyerang salah satu mata, sehingga seorang anak harus mengandalkan mata yang memiliki penglihatan lebih jernih. 

Mata malas menyebabkan anak-anak sulit untuk membaca, menulis, dan menggambar karena salah satu mata mereka memiliki penglihatan yang buram.

Karena anak-anak, terutama yang masih terlalu kecil, belum bisa menyadari bahwa ada yang salah dengan penglihatan mereka, orang tua bisa mencoba menutup salah satu mata anak untuk mengetahui apakah anak mereka terjangkit mata malas.

Jika anak-anak menolak ketika orang tua menutup mata mereka yang bisa melihat dengan jelas, kemungkinan anak tersebut menderita mata malas.

7. Rabun Senja

Night Blindness atau rabun senja adalah gangguan mata yang membuat penderitanya kesulitan melihat saat malam hari atau di tempat gelap.

Lebih tepatnya, rabun senja bukan merupakan penyakit mata, melainkan merupakan gejala dari penyakit mata tertentu misalnya katarak dan rabun jauh.

Rabun senja, atau dalam istilah medis disebut sebagai nyctalopia, juga dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Oleh karena itu, sebagai tindak pencegahan, kamu bisa mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin A seperti wortel.

8. Presbiopi

Presbiopi atau mata tua adalah penyakit mata yang menyerang orang lanjut usia. Penyakit ini membuat seseorang kesulitan melihat sesuatu dalam jarak dekat, sehingga mereka perlu menjauh agar bisa melihat objek tersebut lebih jelas.

Gejala dari presbiopi bisa mulai dirasakan ketika seseorang menginjak usia 40 tahun, yaitu mereka hanya bisa membaca atau melihat sesuatu dari jarak yang jauh.

Mata tua merupakan hal yang normal terjadi seiring bertambahnya usia. Oleh karenanya, mata tua tidak dapat dicegah dengan cara apapun.

Namun, kamu bisa memakai kacamata, contact lens, atau melakukan prosedur operasi tertentu untuk meringankan akibat yang ditimbulkan oleh mata tua.

9. Miopi

Miopi atau rabun jauh adalah penyakit mata yang membuat penderitanya kesulitan melihat objek dengan jarak jauh. Miopi biasa kita kenal dengan sebutan mata minus.

Jika dalam keluargamu ada yang menderita rabun jauh, maka besar kemungkinan kamu juga bisa menderita rabun jauh. Hal ini dikarenakan rabun jauh merupakan penyakit keturunan.

Berikut ini merupakan 4 gejala atau ciri-ciri seseorang yang menderita rabun jauh:

  • Mata mudah lelah
  • Sakit kepala
  • Perlu menyipitkan mata untuk melihat objek yang jauh
  • Kesulitan melihat objek yang jauh seperti tulisan di papan tulis atau rambu-rambu lalu lintas.

Untuk mengatasi rabun jauh, Sobat Pintar bisa menggunakan kacamata atau kontak lensa dengan lensa minus.

Selain itu, terdapat pula operasi Laser-Assisted in Situ Keratomileusis (LASIK) yang memungkinkan kamu tidak perlu menggunakan kacamata sama sekali.

Namun, perlu diingat bahwa operasi apapun termasuk LASIK pasti memiliki efek samping dan risikonya masing-masing. Oleh sebab itu, kamu perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu agar bisa mengetahui mana yang terbaik untukmu.

10. Hipermetropi

Berkebalikan dengan rabun jauh, hipermetropi atau rabun dekat adalah penyakit mata yang membuat penderitanya kesulitan melihat benda dari jarak yang dekat.

Sama-sama menyebabkan kesulitan melihat objek dengan jarak dekat, cara membedakan mata tua dan rabun jauh adalah dengan menelusuri penyebabnya.

Jika mata tua disebabkan oleh usia tua yang artinya semua orang pasti mengalaminya, rabun jauh disebabkan oleh saraf optik pada mata yang kurang kuat sehingga tidak menutup kemungkinan usia muda bisa mengalaminya.

Rabun dekat dapat diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak berlensa plus atau dengan melakukan prosedur operasi tertentu. 

Gejala Umum Penyakit Mata

Berikut ini merupakan 10 gejala umum penyakit mata:

  1. Mata merah
  2. Mata kering
  3. Mata berair
  4. Pandangan kabur, buram, atau berbayang
  5. Mengeluarkan air mata berlebih
  6. Pembengkakan di area mata
  7. Rabun senja (kesulitan melihat di malam hari atau tempat gelap)
  8. Sakit kepala
  9. Sensitif terhadap cahaya terang (photophobia)
  10. Muncul bintik atau garis pada mata

Pencegahan Penyakit Mata

Cara mengobati penyakit mata berbeda-beda tergantung tingkat keparahan gejalanya dan penyakit mata apa yang diderita. Apabila gejala yang dirasa itu ringan, maka cukup dengan obat tetes mata.

Namun, apabila penyakit tersebut sudah parah seperti glaukoma dan katarak, maka segeralah pergi ke dokter untuk melakukan pengobatan dan perawatan intensif.

Berikut ini 6 cara untuk menjaga kesehatan mata untuk mencegah penyakit mata:

  1. Mengonsumsi makanan sehat, bergizi, dan bervitamin A, seperti wortel, brokoli, bayam, pisang, pepaya, apel, dan lain-lain 
  2. Gunakan rumus 20-20-20 ketika perlu berlama-lama di hadapan komputer, yaitu tiap 20 menit, lihat sesuatu di hadapanmu yang berjarak 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.
  3. Lakukan olahraga mata secara rutin, minimal 30 menit/hari
  4. Gunakan kacamata hitam apabila berlama-lama di bawah sinar matahari terik
  5. Berhenti merokok karena berpotensi meningkatkan peluang terjangkit katarak
  6. Rutin cek mata dan berkonsultasi ke dokter

Kapan Harus ke Dokter?

Dokter Mata

Sumber: pixabay.com

Sebenarnya, untuk menjaga kesehatan mata sebaiknya dilakukan pengecekan oleh dokter setiap 6 bulan sekali. Namun, apabila merasakan gejala-gejala dari penyakit mata yang telah disebutkan diatas, maka segeralah untuk pergi ke dokter.

Jika ingin berkonsultasi terkait kesehatan mata dengan dokter spesialis dan berkompeten secara mudah dan cepat, Sobat Pintar dapat menggunakan aplikasi SmartRSCM dari SiapDOK di play store dan app store.

Banyak pilihan dokter spesialis yang siap membantu Sobat Pintar dalam berkonsultasi. Tak perlu ragu dan khawatir untuk #KonsultasikanSaja di SmartRSCM!

(Alula Sakinah, Mizan Adlani)

Ditinjau oleh: dr. Henry Riyanto Sofyan, Sp.S

Referensi

NHS UK. Diakses pada 2022. Lazy eye.

Web MD. Diakses pada 2022. Night Blindness (Nyctalopia).

American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2022. What is Presbyopia?

American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2022. Nearsightedness. What is Myopia?

Custom Vision Clinic. Diakses pada 2022. Long sightedness and presbyopia: What is the difference between them?