Skip to content
Home » Batu Ginjal: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Batu Ginjal: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

batu ginjal

Batu ginjal merupakan salah satu penyakit ginjal yang banyak menyerang individu yang berusia 30-60 tahun. Batu ginjal adalah penyakit yang lebih banyak menyerang pria dibandingkan wanita, dengan persentase 15% pada pria dan 10% pada wanita

Menurut laporan dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI pada tahun 2018, sebanyak 6 per 1000 penduduk Indonesia mengalami batu ginjal.

Pengertian Batu Ginjal

Batu ginjal adalah sebuah penyakit dimana terjadi pembentukan materi keras pada ginjal yang memiliki bentuk seperti batu.

Materi keras berbentuk batu tersebut berasal dari mineral dan garam sebagai akibat dari pengkristalan limbah darah yang menumpuk pada ginjal.

Penyebab Batu Ginjal

Tidak ada penyebab absolut yang pasti mengenai batu ginjal. Pada umumnya, penyakit tersebut disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Jarang minum air putih
  • Terlalu banyak atau terlalu sedikit berolahraga
  • Obesitas
  • Makan makanan yang terlalu banyak mengandung garam atau gula (terutama jika gulanya tinggi fruktosa atau merupakan pemanis buatan)
  • Operasi penurunan berat badan
  • Ada keluarga yang memiliki riwayat penyakit batu ginjal

Faktor Risiko

Pria lebih berisiko 4 kali menderita penyakit batu ginjal daripada wanita. Hal ini disebabkan oleh saluran kemih wanita lebih pendek daripada laki-laki.

Faktor usia juga menjadi hal yang perlu diwaspadai karena penyakit ini biasanya menyerang pria berusia 45 tahun dan wanita berusia 41 tahun.

Tidak hanya itu, kebiasaan menahan buang air kecil juga memperbesar risiko terkena batu ginjal. Oleh karena itu, Sobat Pintar jangan pernah menahan buang air kecil lagi, ya!

Gejala Batu Ginjal

Berikut ini merupakan 5 gejala yang muncul baik pada pria maupun wanita:

  1. Nyeri pada bagian perut, selangkangan, dan punggung yang terasa seperti ditekan sesuatu yang berat hingga tajam. Nyeri ini biasanya muncul saat buang air kecil.
  2. Mual yang disertai muntah
  3. Kencing berdarah
  4. Bau urine tidak sedap dan berwarna merah, merah muda, atau coklat
  5. Demam dan menggigil

Cara Mencegah Batu Ginjal

Dikutip dari berbagai jurnal medis yang terdapat pada artikel di jurnal Farmasi (Farmaka) Universitas Padjadjaran, berikut ini merupakan cara mencegahnya:

  1. Meningkatkan asupan cairan untuk mengurangi risiko pembentukan batu ginjal
  2. Meningkatkan jumlah konsumsi makanan yang mengandung asam sitrat seperti melon, lemon, dan jeruk
  3. Meningkatkan asupan kalium tubuh dengan mengonsumsi makanan tinggi kalium yang terdapat di berbagai produk susu
  4. Hindari terlalu banyak mengonsumsi protein hewani
  5. Hindari terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi kandungan garam (sodium)
  6. Hindari konsumsi makanan yang mengandung kadar asam oksalat tinggi

Seperti yang telah disebutkan di atas, penderita perlu menghindari konsumsi makanan yang tinggi akan garam dan asam oksalat.

Nah, berikut ini merupakan daftar makanan tinggi garam dan asam oksalat yang perlu dihindari atau dijadikan pantangan oleh penderita:

  1. Mie instan
  2. Bumbu masak instan
  3. Makanan kaleng
  4. Cemilan/makanan ringan dengan rasa asin gurih yang biasa dijual dalam bentuk kemasan seperti keripik kentang dan keripik singkong, termasuk juga gorengan dan kulit ayam dan jamur crispy
  5. Bayam
  6. Kentang
  7. Buah bit
  8. Produk berbahan dasar kedelai

Sobat Pintar, bukan berarti kamu tidak boleh sama sekali mengonsumsi makanan-makanan tinggi garam dan asam oksalat seperti yang telah disebutkan di atas.

Kamu tetap boleh mengonsumsinya dengan selalu perhatikan asupan garam harian. World Health Organization (WHO) menganjurkan konsumsi garam per orang sebanyak tidak lebih dari 2000 mg per hari.

Pengobatan Batu Ginjal

Batu ginjal dapat diobati dengan mengonsumsi beberapa jenis obat, terutama jika ukuran batu ginjal masih berukuran kecil sehingga bisa keluar dengan sendirinya melalui aliran urine.

Namun, jika metode pengobatan dengan mengonsumsi obat-obatan tidak terlalu efektif, dokter mungkin akan menyarankan kamu untuk menjalankan pengobatan bernama ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy).

ESWL melibatkan gelombang kejut/gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasound) untuk menentukan lokasi batu ginjal berada.

Kemudian, gelombang ultrasound tersebut ke lokasi batu-batu ginjal berada dari mesin untuk memecahnya menjadi ukuran yang lebih kecil-kecil sehingga bisa dikeluarkan melalui aliran urine.

Karena metode pengobatan ESWL ini menimbulkan rasa yang tidak nyaman, biasanya kamu akan diberikan obat penghilang rasa sakit terlebih dahulu sebelum melakukan proses pengobatan.

 

cara mengobati batu ginjal

Cara mengatasi batu ginjal lainnya adalah mengonsumsi tumbuhan obat herbal, misalnya seledri. Jangan kaget, seledri ini direkomendasikan oleh 18 dari 19 herbalis asal Iran untuk pengobatan batu ginjal, loh!

Efektivitas seledri sebagai pengobatan alami untuk batu ginjal dilihat dari kandungan kalium yang terdapat pada seledri.

Kalium dapat melarutkan batu ginjal sebab senyawa kalium berperan sebagai pemisah ikatan antara kalsium dengan fosfat atau oksalat dan menjadi bentuk garam yang larut dalam air.

Tidak hanya itu, seledri juga berperan sebagai antioksidan berkat adanya kandungan flavonoid yang dapat menghambat kerusakan oksidatif pada sel tubular ginjal dan menghambat pengkristalan urine.

Jadi, tidak heran jika seledri termasuk dalam makanan penghancur batu ginjal.

Namun, perlu diingat bahwa sebaiknya kamu mengonsumsi seledri sebagai obat yang telah diolah oleh industri farmasi karena lebih terjamin proses dan khasiatnya.

Hal ini dikarenakan seledri mengandung senyawa furanocoumarins yang merupakan senyawa nitrat yang dapat berubah menjadi asam nitrat akibat pemanasan berulang. Makanan yang dipanaskan berulang kali ini dapat memicu timbulnya kanker.

Salah satu obat herbal yang dapat mengobati adalah berbahan dasar seledri yang telah tersebar di pasaran adalah obat Celery dari Sido Muncul yang merupakan ekstrak seledri dalam bentuk kapsul.

Kamu bisa dengan mudah mendapatkan obat ini tanpa perlu keluar rumah dengan memesan melalui aplikasi SmartRSCM dari SiapDOK dengan fitur pemesanan obat melalui Kimia Farma! 

Kapan Harus ke Dokter?

pengobatan batu ginjal

Sobat Pintar, jika kamu merasakan sakit atau tidak nyaman ketika buang air kecil, kamu perlu pergi ke dokter sesegera mungkin karena bisa saja merupakan gejala dari penyakit, lho.

Jika kamu sibuk dan tidak bisa datang ke rumah sakit langsung, kamu bisa berkonsultasi melalui aplikasi SmartRSCM!

SmartRSCM merupakan aplikasi buatan SiapDOK yang bekerja sama dengan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo sehingga kamu tidak perlu ragu akan kualitas dokter-dokternya!

Yuk, segera unduh SmartRSCM di Play Store atau App Store untuk menikmati layanan konsultasi premium dengan dokter-dokter handal RSCM!

(Alula Sakinah)

Referensi

Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 4 No. 3 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Diakses pada 2022. Faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya batu ginjal.

Kemenkes RI. Diakses pada 2022. Laporan Riset Kesehatan Dasar 2018.

National Kidney Foundation. Diakses pada 2022. Kidney stones.

Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia Farmaka Universitas Padjadjaran. Diakses pada 2022. Review artikel alternatif pengobatan batu ginjal dengan seledri.