Skip to content
Home » Gangguan Kecemasan Umum: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Gangguan Kecemasan Umum: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Gangguan Kecemasan Umum

Gangguan kecemasan umum (GAD) adalah gangguan kecemasan ditandai oleh kecemasan berlebihan, dan seringkali tidak masuk akal tentang urusan sehari-hari seperti pekerjaan, kesehatan diri dan keluarganya, keuangan, dan sebagainya.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sepanjang 2020, terdapat 18.373 kasus gangguan kecemasan, lebih dari 23.000 orang depresi dan sekitar 1.193 orang melakukan percobaan bunuh diri.

Gangguan kecemasan merupakan suatu kondisi yang sering terjadi pada seseorang baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial.

Penyebab Gangguan Kecemasan Umum

Penyebab Gangguan Kecemasan Umum

Hingga saat ini tidak terdapat faktor tunggal penyebab gangguan kecemasan umum (GAD), namun menurut beberapa penelitian yang dilakukan telah mengidentifikasikan beberapa faktor resiko. Faktor-faktor ini berbeda dari setiap individunya:

  1. Faktor biologis: keturunan, ketidakseimbangan kimia zat (hormon dopamin) pengontrol fungsi otak, kesehatan fisik yang buruk.
  2. Faktor psikologis: orang yang mudah cemas, merasa tidak aman, pesimis dan pasif.
  3. Faktor lingkungan: pengalaman negatif/trauma masa kecil dan peristiwa stress lainnya dalam hidup seperti pergantian pekerjaan, masalah hubungan, dan sebagainya.

Salah satu situasi yang dapat menyebabkan kecemasan pada seseorang adalah lingkungan sosial dan pola asuh keluarga. Karena hal tersebut sangat dekat dengan kehidupan setiap individu. 

Gejala Gangguan Kecemasan Umum

Gangguan kecemasan umum biasanya terjadi sepanjang hari dan terus menerus, hingga mencapai waktu 6 bulan. Gejala mampu membuat seseorang mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Ada beberapa gejala yang sering terjadi pada penderita gangguan kecemasan umum, diantaranya:

  • Gelisah atau seperti merasa terperangkap
  • Mudah lelah dan kehilangan motivasi
  • Kesulitan berkonsentrasi atau pikiran menjadi kosong
  • Mudah marah, tersinggung, dan tidak mampu mengontrol emosinya
  • Ketegangan otot di area lengan, belakang leher,kepala, perut bawah, dan kaki
  • Mengalami gangguan tidur seperti insomnia atau hipersomnia (tidur dengan waktu lebih lama)

Faktor Risiko Gangguan Kecemasan Umum

Gejala yang timbul dapat menyebabkan masalah pada kehidupan sosial seseorang, karena frekuensi lebih sering sehingga dapat terjadi dimanapun dan kapanpun.

Kecemasan yang tidak realistik menyebabkan penderita tidak bisa menerima peristiwa yang akan atau telah terjadi. Pemikiran yang dimiliki penderita seperti sebuah keyakinan meskipun hal tersebut tidak benar.

Faktor terjadinya GAD biasanya dimulai pada usia remaja akhir atau masa dewasa awal. Alasannya karena masa perkembangan mulai memasuki masa produktif sehingga individu mulai memiliki karir, kehidupan sosial yang berbeda, dan bertambahnya stress.

Diagnosis Gangguan Kecemasan Umum

Gangguan kecemasan memiliki banyak jenis dan dikategorikan berdasarkan seberapa berat gejala yang terjadi. Sebelum mendiagnosis, dokter atau psikolog akan melakukan wawancara kepada pasien.

Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi berupa gejala, kehidupan keluarga dan sosial, dan trauma yang pernah terjadi. Hal tersebut dilakukan untuk mengidentifikasikan jenis gangguan kecemasan yang tepat.

Cara Mengobati Gangguan Kecemasan Umum

Ketika seseorang didiagnosa menderita GAD dokter akan melakukan tindakan terapi psikologis untuk membantu mengatasi gejala atau menyembuhkan.

Namun perlu diketahui, seseorang yang telah menderita GAD akan sulit untuk sembuh, sehingga membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan orang yang hanya menderita beberapa gejala ringan.

Ada 2 metode yang dapat dilakukan untuk mengobati gangguan kecemasan umum, yaitu:

1.      Psikoterapi

Terapi perilaku kognitif adalah pengobatan yang efektif untuk mengatasi GAD. Metode terapi ini dilakukan untuk menghilangkan pikiran tidak benar dan mengganti dengan hal yang lebih baik.

2.      Pengobatan Farmologi

Pengobatan yang dilakukan untuk mengurangi gejala, pemberian antidepresan, tranquilizers atau obat-obatan yang menghambat stress. Konsumsi obat harus sesuai dengan resep dokter, tidak boleh dikonsumsi secara mandiri.

Kapan Harus ke Dokter? 

Pengobatan Gangguan Kecemasan Umum

Sobat Pintar, ketika kamu mengalami gejala yang telah disebutkan di atas, segera lakukan konsultasi ke dokter spesialis jiwa atau hubungi psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika kamu tidak segera mengatasi gejalanya, hal tersebut akan semakin memburuk dan dapat mengganggu aktivitas kehidupanmu.

Namun, kini kamu tidak perlu bingung untuk mencari tempat konsultasi kesehatan mental. SiapDOK bersama RSCM bekerjasama untuk membantu kamu melakukan konsultasi kesehatan.

Kamu hanya perlu mengunduh aplikasi SmartRSCM melalui Google Play Store atau App Store, setelahnya kamu bisa memilih layanan kesehatan yang sesuai kebutuhan. Kamu juga bisa melakukan konsultasi kapanpun dan dimanapun kamu mau. 

Yuk segera download aplikasinya!

(Windya Aprista)

Referensi:

Kwai Chung Hospital. Gangguan Kecemasan Umum. Diakses Pada 2022

Jurnal Penelitian Mahasiswa, Universitas Katolik Soegijaprannata. Dampak Psikologis Pada Orang Tua Dari Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Singkawang, Kalimantan Barat. Diakses Pada 2022