Skip to content
Home » Kandidiasis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Kandidiasis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Penyebab Kandidiasis

Sobat Pintar, pernahkah kalian mengalami gejala ruam disekitar bibir, mulut atau bagian tubuh lainnya? Bisa saja hal tersebut disebabkan Kandidiasis. Simak penjelasannya sebagai berikut. 

Kandidiasis adalah suatu infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida albicans dan merupakan salah satu infeksi jamur yang paling sering menyerang manusia. Kandidiasis biasanya menyerang bagian mulut, kulit , tenggorokan, dan area kelamin.

Penyakit ini beresiko menyerang orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Biasanya orang-orang pengidap diabetes, kanker, dan HIV/AIDS sangat rentan dengan penyakit ini.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia penderita penyakit ini di Indonesia tahun 2016 terjadi bersamaan dengan penyakit AIDS yaitu 280 kasus.

Penyebab Kandidiasis

Penyebab kandidiasis adalah karena adanya pertumbuhan jamur secara berlebihan yang biasanya dalam kondisi normal muncul dalam jumlah kecil. Penyakit ini dapat terjadi di seluruh dunia dengan variasi yang berbeda.

Kandidiasis sistemik sering terjadi akibat jamur candida masuk kedalam aliran darah yang mengakibatkan penyakit ginjal, jantung, dan infeksi otak.

Kasus dari penyakit ini mayoritas terjadi pada perempuan, sehingga bersifat endogen. Penyakit ini juga dapat menular ke manusia walaupun jarang yang menyebabkan penyakit pada individu yang sehat.

 

Kandidiasis adalah infeksi oportunistik yang sangat umum pada orang dengan HIV. Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadi kandidiasis:

  • HIV/AIDS
  • Dalam masa kehamilan
  • Diabetes
  • Konsumsi pil KB
  • Trauma (luka bakar, maserasi kulit)

Kondisi tersebut dapat menyebabkan invasi ragi ke mukosa vagina menyebabkan vulvovaginitis, ditandai dengan iritasi, pruritus, dan keputihan.

Gejala Kandidiasis

Penyebab Kandidiasis

 

Berdasarkan jenis-jenisnya gejala dari kandidiasis bervariasi, namun ada beberapa gejala yang paling sering dialami oleh manusia:

  1.     Kandidiasis Oral/Orofaringeal

Kandidiasis yang berkembang di dalam mulut atau tenggorokan. Gejalanya terdapat bercak putih di lapisan kulit luar, lidah, palatum, dan gusi.

  1.     Kandidiasis Vulvovaginal

Kandidiasis vulvovaginal, lebih sering disebut infeksi jamur vagina, merupakan infeksi yang umum terjadi ketika terdapat pertumbuhan berlebih dari jamur.

Gejala pada jenis ini biasanya ditandai rasa gatal dan perih disertai keluarnya cairan yang putih mirip seperti keju/krim susu, kuning tebal, pada dinding vagina.

  1.     Balanitis/Balanopostitis Kandidiasis

Jenis ini terjadi pada laki-laki yang belum disirkumsisi (sunat). Infeksi terjadi pada ujung penis.

Terjadi pengikisan atau iritasi pada ujung penis, peradangan pada lipatan ujung penis yang tidak sunat.

Penularan Kandidiasis

Kandidiasis dapat menular ke satu orang ke orang lainnya dan menyebabkan terjadinya infeksi pada orang yang memiliki resiko besar terhadap infeksi tersebut, seperti orang dalam kondisi imun yang lemah.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan penularan:

  1.     Melalui seks dan Hubungan Intim

Melakukan seks atau berhubungan intim dengan orang yang terinfeksidapat menulrakan infeksi jamur pada vigina, penis, mulut, dan kulit yang bersentuhan langsung.

  1.     Melalui Handuk atau Kain yang Digunakan

Hal ini dikarenakan kemungkinan besar jamur yang terdapat pada penderita menempel pada barang yang digunakan secara langsung pada tubuh atau kulit mereka. Dan kondisi lembab pada handuk juga dapat menimbulkan cepatnya penularan.

Pengobatan Kandidiasis

Pengobatan dapat dilakukan dengan antifungi, cara utama dalam menangani sebagian besar infeksi yang disebabkan oleh jamur.

Agen antifungi yang saat ini tersedia untuk penggunaan klinis infeksi jamur terdiri atas empat kelas utama, yaitu poliena, azol, 5-fluorocytosine dan echinocandin. Allylamines, thiocarbamates, nikkomycin, aureobasidin, sordarin dan lainnya.

Penggunaan dan konsumsi obat antifungi seperti: flukonazol, voriconazole, posakonazol, triazol, flucytosine, amphotericin b, tiocanale, nystatin, micafungin, intraconazole, miconazole, clotrimazole, dan butoconazole.

Obat-obatan diatas dapat dikonsumsi setelah melakukan konsultasi dan mendapatkan resep dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Pengobatan Kandidiasis

Segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis jika kamu sudah mengalami gejala yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada tubuh atau terjadi penyebaran infeksi yang parah.

Apabila tidak segera ditangani dengan benar, infeksi dapat menyebabkan komplikasi pada peredaran darah dan juga organ dalam tubuh.

Diagnosis infeksi dapat ditegakkan melalui anamnesa, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Melalui anamnesis dapat diketahui faktor predisposisi dan gejala klinis pasien. Tergantung dari jenis yang dialami.

Sobat Pintar tidak perlu khawatir mencari dokter spesialis yang sesuai dengan kebutuhan kamu. SiapDOK bersama RSCM akan membantu mempermudah kamu dalam melakukan konsultasi kesehatan.

Hanya perlu mengunduh aplikasi SmartRSCM melalui Play Store atau Apple App Store, kamu bisa menemukan dokter spesialis yang kamu butuhkan dan melakukan konsultasi dimanapun dan kapanpun.

(Windya Aprista)

Referensi:

Jurnal Kesehatan, Vol.31 No.1, Universitas Airlangga. Profil pasien baru Kandidiasis. Diakses pada 2022

Jurnal Mahasiswa, Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar. Isolasi Dan Uji Sensitivitas Jamur Candida Albicans dan Candida Non-Albicans Terhadap Flukonazol. Diakses pada 2022

Jurnal Mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Hubungan Antara Jenis Kandidiasis Dengan Karakteristik Demografi Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Diakses pada 2022