Skip to content
Home » Stroke? ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Stroke? ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Stroke

Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit mematikan dan amat ditakuti oleh mayoritas orang. Sebab, penyakit yang satu ini akan menyerang bagian tubuh vital manusia yakni otak.

Pada otak kita, terdapat saraf-saraf penting yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh dan penyusun sistem saraf pusat. Sistem saraf inilah yang akan mampu mengendalikan aktivitas dasar manusia seperti berjalan, berbicara, dan bernapas.

Menurut World Health Organization, penyakit stroke terjadi ketika ditemukannya tanda-tanda klinis yang berkembang sangat cepat berupa defisit neurologik fokal dan global serta dapat bertahan hingga 24 jam hingga berpotensi menyebabkan kematian.

Stroke juga dapat terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Jika bagian otak tiba-tiba kehilangan aliran darah, pasien akan mengalami masalah sistem saraf terkait dengan bagian otak yang rusak.

Pada tahun 2018, 10,9 dari setiap 1.000 orang Indonesia menderita. Angka ini berkurang dari 12,10 per 1.000 orang dalam lima tahun sebelumnya dan naik dari 8,3 per 1.000 penduduk pada 2007.

Apa Sajakah Gejala-Gejala Stroke?

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit stroke sebenarnya cukup beragam dan jarang dirasakan secara langsung oleh para penderita, berikut merupakan gejala yang mudah teridentifikasi:

  1. Sakit kepala dengan kesadaran berkurang, bisa menyebabkan koma (pendarahan otak).
  2. Lengan dan kaki kelumpuhan.
  3. Seluruh badan tiba-tiba lemas (drop attack) atau disertai hilangnya kesadaran sesaat (sinkop).
  4. Gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata (penglihatan kabur).
  5. Gangguan keseimbangan dengan munculnya vertigo atau sempoyongan (ataksia).
  6. Mati rasa di satu atau kedua sisi wajah atau anggota badan.
  7. Kelemahan wajah atau ekstremitas atau kelumpuhan pada satu atau kedua sisi.
  8. Hilangnya sebagian atau seluruh kemampuan seseorang untuk berkomunikasi (afasia).
  9. Memori rusak (amnesia).
  10. Mengalami kesulitan menelan cairan atau makanan padat (disfagia).

Sobat Pintar harus tetap berhati-hati dalam menjaga kesehatan dan cepat tanggap jika sudah mengalami beberapa gejala yang disebutkan di atas.

Penyebab Stroke di Usia Tua dan Muda 

Tidak hanya dirasakan di usia tua, namun bisa juga terjadi di usia muda jika anak tersebut tidak pandai merawat kesehatan yang dimiliki dan menerapkan gaya hidup yang sangat buruk. Berikut merupakan penyebab stroke pada usia muda:

  • Penyalahgunaan Obat

Penyalahgunaan obat, khususnya penggunaan narkoba, harus dikenali sebagai penyebab stroke pada anak. 

Kokain dan amfetamin misalnya, menyebabkan peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba, yang dapat memicu vasospasme serebral atau vaskulitis serebral. Kondisi ini dapat menyebabkan stroke iskemik.

Stroke iskemik terjadi ketika gumpalan darah menghalangi sirkulasi yang ada sehingga darah tidak mengalir ke otak dan menyebabkan sumbatan.

Penggunaan infus, terutama dengan cara yang tidak steril, meningkatkan risiko endokarditis infeksiosa karena drug-induced hypotension.

Endokarditis infeksiosa adalah infeksi yang disebabkan karena masuknya bakteri pada aliran darah dan menetap pada struktur jantung, baik pada katup maupun pada pembuluh darah yang berada di jantung.

  • Kemunculan Penyakit Jantung

Penyakit jantung rematik (berhubungan dengan kelainan katup mitral) merupakan kelainan jantung yang sering menyebabkan stroke. 

Kelainan pada anatomi jantung menghasilkan interaksi spasial yang dapat menyebabkan emboli. Stroke juga dapat terjadi setelah defek diperbaiki dengan pembedahan. 

Elektrokardiografi dan ekokardiografi merupakan pemeriksaan kritis untuk kelainan struktur dan fungsi jantung sebagai salah satu penyebab.

  • Mengalami Sakit Kepala (Migrain)

Migrain bertanggung jawab untuk 5% dan 25% dari stroke pada anak muda. Migrain, terutama yang disertai aura, meningkatkan risiko stroke pada wanita di bawah usia 45 tahun. 

Mekanisme yang mendasarinya belum diketahui, namun diduga terkait dengan kondisi iskemia.

Namun, hal ini belum menjelaskan mengapa risiko pada wanita lebih tinggi dan meningkat jika ditambah dengan riwayat merokok atau penggunaan kontrasepsi pil.

  • Gaya Hidup yang Buruk

Gaya hidup yang dimaksudkan dalam hal ini adalah kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. Merokok mengakibatkan penurunan asupan oksigen di dalam tubuh dan menyebabkan peningkatan tekanan darah yang tidak terkendali.

Minuman beralkohol dapat memicu terjadinya jenis stroke hemoragik. Kandungan berbahaya pada minuman beralkohol ini cukup dinilai berbahaya dan mampu menyerang organ vital seperti hati dan lambung.

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah yang melemah pecah. Salah satu penyebab paling umum adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Dua kebiasaan tersebut dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sebagai pelindung utama dari adanya zat asing yang masuk. 

Jika sistem imunitas sudah terganggu, maka berbagai macam penyakit bisa dengan mudah bersarang di dalam tubuh seorang manusia.

  • Hipertensi

Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk stroke hemoragik dan iskemik. Hipertensi dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga terjadi penebalan pembuluh darah dan pembesaran otot jantung. 

Masalah ini dapat diperburuk oleh kebiasaan merokok, serta konsumsi makanan tinggi lemak dan garam, yang dapat menyebabkan plak aterosklerosis.  

Selain itu, hipertensi yang menghasilkan plak aterosklerotik dapat menyebabkan timbulnya penyakit satu ini.

Aterosklerosis adalah pengerasan dan penyempitan arteri yang disebabkan oleh plak kolesterol yang melapisi arteri dari waktu ke waktu.

Saat ini, setiap penyakit justru dapat menyerang siapa saja dan kapan saja tergantung pada tingkat kebugaran tubuh seseorang. Maka dari itu, sebisa mungkin anak muda tetap memelihara kesehatan tubuh yang juga dianggap sebagai aset jangka panjang.

Pada usia tua biasanya rentan untuk terjangkit berbagai macam penyakit akibat sistem metabolisme tubuh yang kinerjanya semakin menurun. Berikut ini merupakan penyebab stroke yang biasa dialami di usia tua:

  • Mengalami Stres

Siapapun, tua atau muda, bisa terkena stres. Stroke sering menjadi penyebab kematian pada lansia. Beberapa orang merasa sulit untuk mengelola stres mereka. 

Ketegangan ini terjadi begitu saja dan sangat dipengaruhi oleh tekanan dari sekelilingnya. Stres, di sisi lain bisa menjadi salah satu penyebab.

Semakin tinggi tingkat stres seseorang, maka semakin besar pula risiko terkena penyakit jantung dan stroke. 

Pusat kendali terletak di amigdala (wilayah otak yang bertugas mengatasi stres). Amigdala adalah sekelompok saraf di otak yang mengatur emosi, kecemasan, dan stres. 

Ketika amigdala diaktifkan sebagai respons terhadap stres, itu akan menyebabkan lebih banyak aktivitas di sumsum tulang belakang dan menyebabkan peradangan arteri.

  • Diabetes

Penderita diabetes dapat menjadi penyebab stroke pada lansia. Karena, mereka sering memiliki tekanan darah yang berlebihan dan mudah untuk kelebihan berat badan. 

Diabetes dapat merusak arteri darah dan meningkatkan risiko stroke. Ketika kadar gula darah meningkat selama stroke, kerusakan otak bisa semakin parah.

  • Jarang Olahraga

Sudah menjadi rahasia umum bahwa olahraga dan aktif bermanfaat bagi kesehatan seseorang. Berolahragalah setiap hari untuk mengurangi risiko terkena stroke. 

Mengingat keadaan lansia, mereka harus selalu aktif berolahraga untuk olahraga, sehingga menurunkan risiko stroke pada lansia.

Berjalan-jalan cepat selama 30 menit. Sebagai alternatif, lakukan latihan penguatan otot seperti push-up dan angkat beban.

Cara Mengobati Stroke

Pengobatan ditentukan pada jenis stroke, termasuk di area mana otak yang rusak dan penyebabnya. Obat-obatan biasanya digunakan untuk mengobati stroke, terutama obat antiplatelet, obat antikoagulan, obat kolesterol, dan obat anti hipertensi.

Suatu prosedur mungkin diperlukan dalam beberapa keadaan untuk menghilangkan bekuan darah. Korban stroke secara teratur dioperasi untuk mengurangi pembengkakan otak dan membatasi resiko pendarahan tambahan.

Sobat Sehat dapat secara signifikan menurunkan kemungkinan terkena stroke dengan makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, membatasi penggunaan alkohol, dan tidak merokok.

Jika Sobat Sehat memiliki penyakit yang meningkatkan risiko stroke, sangat penting untuk mengobatinya dengan benar. Mengkonsumsi obat-obatan yang dianjurkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol misalnya.

Kapan Harus ke Dokter

Dokter Stroke

Seperti yang telah dijelaskan di atas, penyakit stroke dapat dinilai sebagai salah satu penyakit yang mematikan. Pastinya, kualitas kesehatan juga perlu untuk diperhatikan dan dikontrol.

SiapDOK hadir untuk membantu kamu mengontrol serta mengecek secara berkala tingkat kesehatan yang kamu miliki.

Tenang saja, kemudahan dalam berkonsultasi dengan para dokter sudah bisa kamu dapatkan karena SiapDOK telah menyediakan layanan telekonsultasi jarak jauh terbaik yang bisa kamu nikmati, yaitu layanan SmartRSCM!

Cukup unduh aplikasi SmartRSCM di appstore maupun playstore, konsultasikan, penyakit pun dapat segera terobati!  Masalah kesehatanmu akan menjadi tanggung jawab prioritas kami! 

(Syafiq Kemal Fahriandoni)

Referensi

Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Diakses pada 2022, Hubungan Hipertensi Terhadap Kejadian Stroke

Lokadata, Diakses pada 2022, Prevalensi stroke di Indonesia 2018

Poltekkes Denpasar, Diakses pada 2022, Tinjauan Penyakit Stroke

Jurnal CDK, Diakses pada 2022, Stroke pada Usia Muda